Tinjauan teoritis medis
pengertian
• Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (Mansjoer, Arif., et all. 1999).
• Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari ( WHO, 1980),
• Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996).
• Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965).
• Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley & Wong’s,1995).
• Gastroenteritis adalah kondisi dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).
Jadi dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen.
B. PENYEBAB
Menurut Haroen N.S, Suraatmaja dan P.O Asnil (1998), ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam dua golongan yaitu:
1. Diare sekresi (secretory diarrhoe), disebabkan oleh:
a) Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E. Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus, comperastaltik usus halus yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan (misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam), gangguan psikis (ketakutan, gugup), gangguan saraf, hawa dingin, alergi dan sebagainya.
b) Defisiensi imum terutama SIGA (secretory imonol bulin A) yang mengakibatkan terjadinya berlipat gandanya bakteri/flata usus dan jamur terutama canalida.
2. Diare osmotik (osmotik diarrhoea) disebabkan oleh:
a) malabsorpsi makanan: karbohidrat, lemak (LCT), protein, vitamin dan mineral.
b) Kurang kalori protein.
c) Bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir.
Sedangkan menurut Ngastiyah (1997), penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu:
1. Faktor infeksi
a) Infeksi enteral
Merupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi bakteri, infeksi virus (enteovirus, polimyelitis, virus echo coxsackie). Adeno virus, rota virus, astrovirus, dll) dan infeksi parasit : cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongxloides) protozoa (entamoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas homunis) jamur (canida albicous).
b) Infeksi parenteral ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti otitis media akut (OMA) tonsilitis/tonsilofaringits, bronkopeneumonia, ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah dua (2) tahun.
2. Faktor malaborsi
Malaborsi karbohidrat, lemak dan protein.
3. Faktor makanan
4. Faktor psikologis
C. PATOFISIOLOGI
Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.
Kedua akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
Ketiga gangguan motalitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.
Selain itu diare juga dapat terjadi, akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.
Sedangkan akibat dari diare akan terjadi beberapa hal sebagai berikut:
1. Kehilangan air (dehidrasi)
Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare.
2. Gangguan keseimbangan asam basa (metabik asidosis)
Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria/anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler.
3. Hipoglikemia
Hipoglikemia terjadi pada 2-3% anak yang menderita diare, lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita KKP. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan/penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa.Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak.
4. Gangguan gizi
Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh:
- Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat.
- Walaupun susu diteruskan, sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama.
- Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik.
5. Gangguan sirkulasi
Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal.
D. MANIFESTASI KLINIS DIARE
1. Mula-mula anak/bayi cengeng gelisah, suhu tubuh mungkin meningkat, nafsu makan berkurang.
2. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer, kadang disertai wial dan wiata.
3. Warna tinja berubah menjadi kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
4. Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya difekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.
5. Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit jelas (elistitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung membran mukosa kering dan disertai penurunan berat badan.
6. Perubahan tanda-tanda vital, nadi dan respirasi cepat tekan darah turun, denyut jantung cepat, pasien sangat lemas, kesadaran menurun (apatis, samnolen, sopora komatus) sebagai akibat hipovokanik.
7. Diuresis berkurang (oliguria sampai anuria).
8. Bila terjadi asidosis metabolik klien akan tampak pucat dan pernafasan cepat dan dalam. (Kusmaul).
D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Pemeriksaan tinja
a) Makroskopis dan mikroskopis
b) PH dan kadar gula dalam tinja
c) Bila perlu diadakan uji bakteri
2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan PH dan cadangan alkali dan analisa gas darah.
3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal.
4. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, Kalsium dan Posfat.
Prognosis
Biasanya akan membaik dalam waktu dekat, asal teratur minum obat dan tidak makan-makanan yang merangsang terlebih dahulu
E. KOMPLIKASI
1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik atau hipertonik).
2. Renjatan hipovolemik.
3. Hipokalemia (dengan gejala mekorismus, hiptoni otot, lemah, bradikardi, perubahan pada elektro kardiagram).
4. Hipoglikemia.
5. Introleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan vili mukosa, usus halus.
6. Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik.
7. Malnutrisi energi, protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga mengalami kelaparan.
Tingkat Dehidrasi Gastroenteritis
a. Dehidrasi Ringan
Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis, suara serak, klien belum jatuh pada keadaan syok.
b. Dehidrasi Sedang
Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek, suara serak, presyok nadi cepat dan dalam.
c. Dehidrasi Berat
Kehilangan cairan 8 - 10 % dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun, apatis sampai koma, otot-otot kaku sampai sianosis.
Penatalaksanaan Medis
a. Pemberian cairan.
b. Diatetik : pemberian makanan dan minuman khusus pada klien dengan tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan adapun hal yang perlu diperhatikan :
• Memberikan asi.
• Memberikan bahan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, mineral dan makanan yang bersih.
c. Obat-obatan.
Pemberian cairan, pada klien Diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum
a. Cairan per oral.
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang, cairan diberikan peroral berupa cairan yang berisikan NaCl dan Na, HCO, K dan Glukosa, untuk Diare akut diatas umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan, atau sedang kadar natrium 50-60 Meq/l dapat dibuat sendiri (mengandung larutan garam dan gula ) atau air tajin yang diberi gula dengan garam. Hal tersebut diatas adalah untuk pengobatan dirumah sebelum dibawa kerumah sakit untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut.
b. Cairan parenteral.
Mengenai seberapa banyak cairan yang harus diberikan tergantung dari berat badan atau ringannya dehidrasi, yang diperhitungkan kehilangan cairan sesuai dengan umur dan berat badannya.
1. Dehidrasi ringan.
1jam pertama 25 – 50 ml / Kg BB / hari, kemudian 125 ml / Kg BB / oral
2. Dehidrasi sedang.
1jam pertama 50 – 100 ml / Kg BB / oral, kemudian 125 ml / kg BB / hari.
3. Dehidrasi berat.
Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun dengan berat badan 3 – 10 kg
• 1 jam pertama : 40 ml / kg BB / jam = 10 tetes / kg BB / menit (infus set 1 ml = 15 tetes atau 13 tetes / kg BB / menit.
• 7 jam berikutnya 12 ml / kg BB / jam = 3 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).
• 16 jam berikutnya 125 ml / kg BB oralit per oral bila anak mau minum,teruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.
Untuk anak lebih dari 2 – 5 tahun dengan berat badan 10 – 15 kg.
- 1 jam pertama 30 ml / kg BB / jam atau 8 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 15 tetes ) atau 10 tetes / kg BB / menit ( 1 ml = 20 tetes ).
- 7 jam kemudian 127 ml / kg BB oralit per oral,bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan 2A intra vena 2 tetes / kg BB / menit atau 3 tetes / kg BB / menit.
Untuk anak lebih dari 5 – 10 tahun dengan berat badan 15 – 25 kg.
-1 jam pertama 20 ml / kg BB / jam atau 5 tetes / kg BB / menit ( infus set 1 ml = 20 tetes ).
-16 jam berikutnya 105 ml / kg BB oralit per oral.
c. Diatetik ( pemberian makanan ).
Terapi diatetik adalah pemberian makan dan minum khusus kepada klien dengan tujuan meringankan, menyembuhkan serta menjaga kesehatan klien.
Hal – hal yang perlu diperhatikan :
• • Memberikan Asi.
• • Memberikan bahan makanan yang mengandung cukup kalori,protein,mineral dan vitamin, makanan harus bersih.
d. Obat-obatan.
• Obat anti sekresi.
• Obat anti spasmolitik.
• Obat antibiotik.
Pengkajian Keperawatan
Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data, analisa data dan penentuan masalah. Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi, observasi, pemeriksaan fisik. Pengkaji data menurut Cyndi Smith Greenberg, 1992 adalah :
1. Identitas klien.
2. Riwayat keperawatan.
• Awalan serangan : Awalnya anak cengeng,gelisah,suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare.
• Keluhan utama : Faeces semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi,berat badan menurun. Pada bayi ubun-ubun besar cekung, tonus dan turgor kulit berkurang, selaput lendir mulut dan bibir kering, frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.
3. Riwayat kesehatan masa lalu.
Riwayat penyakit yang diderita, riwayat pemberian imunisasi.
4. Riwayat psikososial keluarga.
Hospitalisasi akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga, kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak, setelah menyadari penyakit anaknya, mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.
5. Kebutuhan dasar.
• Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari, BAK sedikit atau jarang.
• Pola nutrisi : diawali dengan mual, muntah, anopreksia, menyebabkan penurunan berat badan pasien.
• Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
• Pola hygiene : kebiasaan mandi setiap harinya.
• Aktivitas : akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.
6. Pemerikasaan fisik.
a. Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tampak lemah, kesadaran composmentis sampai koma, suhu tubuh tinggi, nadi cepat dan lemah, pernapasan agak cepat.
b. Pemeriksaan sistematik :
• Inspeksi : mata cekung, ubun-ubun besar, selaput lendir, mulut dan bibir kering, berat badan menurun, anus kemerahan.
• Perkusi : adanya distensi abdomen.
• Palpasi : Turgor kulit kurang elastis
• Auskultasi : terdengarnya bising usus.
c. Pemeriksaan tingkat tumbuh kembang.
d. Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.
e. Pemeriksaan penunjang.
f.Pemeriksaan tinja, darah lengkap dan duodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatip dan kualitatif.
Diagnosa Keperawatan GE
1. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.
2. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah.
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi, frekwensi BAB yang berlebihan.
4. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.
5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit, prognosis dan pengobatan.
6. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua, prosedur yang menakutkan.
Intervensi
Diagnosa 1.
Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan.
Tujuan :
Devisit cairan dan elektrolit teratasi
Kriteria hasil:
Tanda-tanda dehidrasi tidak ada, mukosa mulut dan bibir lembab, balan cairan seimbang
Intervensi :
Observasi tanda-tanda vital. Observasi tanda-tanda dehidrasi. Ukur input dan output cairan (balan cairan). Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 – 2500 cc per hari. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi cairan, pemeriksaan lab elektrolit. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium.
Diagnosa 2.
Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah.
Tujuan :
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi
Kriteria hasil :
Intake nutrisi klien meningkat, diet habis 1 porsi yang disediakan, mual, muntah tidak ada.
Intervensi :
Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. Timbang berat badan klien. Kaji faktor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Lakukan pemeriksaan fisik abdomen (palpasi, perkusi, dan auskultasi). Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien.
Diagnosa 3.
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi, frekwensi BAB yang berlebihan.
Tujuan :
Gangguan integritas kulit teratasi
Kriteria hasil :
Integritas kulit kembali normal, iritasi tidak ada, tanda-tanda infeksi tidak ada
Intervensi :
Ganti popok anak jika basah. Bersihkan bokong secara perlahan menggunakan sabun non alkohol. Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi antifungi sesuai indikasi.
Diagnosa 4.
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen.
Tujuan :
Nyeri dapat teratasi
Kriteria hasil :
Nyeri dapat berkurang / hilang, ekspresi wajah tenang
Intervensi :
Observasi tanda-tanda vital. Kaji tingkat rasa nyeri. Atur posisi yang nyaman bagi klien. Beri kompres hangat pada daerah abdomen. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi analgetik sesuai indikasi.
Diagnosa 5.
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit, prognosis dan pengobatan.
Tujuan
Pengetahuan keluarga meningkat
Kriteria hasil :
Keluarga klien mengerti dengan proses penyakit klien, ekspresi wajah tenang, keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien.
Intervensi :
Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien. Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui pendidikan kesehatan. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya. Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien.
Diagnosa 6.
Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua, prosedur yang menakutkan.
Tujuan :
Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan
Intervensi :
Kaji tingkat kecemasan klien. Kaji faktor pencetus cemas. Buat jadwal kontak dengan klien. Kaji hal yang disukai klien. Berikan mainan sesuai kesukaan klien. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. Anjurkan pada keluarga untuk selalu mendampingi klien.
Evaluasi
1. Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan.
2. Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh.
3. Integritas kulit kembali normal.
4. Rasa nyaman terpenuhi.
5. Pengetahuan kelurga meningkat.
6. Cemas pada klien teratasi.
Daftar Pustaka
Carpenito, L.J., (1999). Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Ed. 2 Jakarata : EGC
Dongoes (2000). Diagnosa Keperawatan. Ed. 8. Jakarta : EGC
Makalah Kuliah . Tidak diterbitkan.
Mansjoer, Arif., et all. (1999). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius.
Pitono Soeparto, dkk. (1997). Gastroenterologi Anak. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlangga.
Price, Anderson Sylvia. (1997) Patofisiologi. Ed. I. Jakarata : EGC.
Selasa, 01 Februari 2011
askep DM ( diabetes melitus )
A. Pengertian
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
B. Klasifikasi
Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :
1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)
2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)
3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)
C. Etiologi
1. Diabetes tipe I:
a. Faktor genetik
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA.
b. Faktor-faktor imunologi
Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen.
c. Faktor lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.
2. Diabetes Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th)
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga
4.Patofisiologi
Sebagian besar patologi diabetes mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut : (1) Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg/hari/100 ml. (2) Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak, menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuler yang mengakibatkan aterosklerosis. (3) Pengurangan protein dalam jaringan tubuh.
Akan tetapi selain itu terjadi beberapa masalah patofisiologi pada diabetes mellitus yang tidak mudah tampak yaitu kehilangan ke dalam urine klien diabetes mellitus. Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomerulus meningkat kira-kira diatas 225 mg.menit glukosa dalam jumlah bermakna mulai dibuang ke dalam urine. Jika jumlah filtrasi glomerulus yang terbentuk tiap menit tetap, maka luapan glukosa terjadi bila kadar glukosa meningkat melebihi 180 mg%.
Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke metabolisme telah dibicarakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak, kadar asam aseto – asetat dan asam Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1 Meq/Liter sampai setinggi 10 Meq/Liter.
5.Gambaran Klinik
Gejala yang lazim terjadi, pada diabetes mellitus sebagai berikut :
Pada tahap awal sering ditemukan :
a.Poliuri (banyak kencing)
Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing.
b.Polidipsi (banyak minum)
Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum.
c.Polipagi (banyak makan)
Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah.
d.Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein, karena tubuh terus merasakan lapar, maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus
e.Mata kabur
Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan katarak.
6.Diagnosis
Diagnosis diabetes mellitus umumnya dipikirkan dengan adanya gejala khas diabetes mellitus berupa poliuria, polidipsi, poliphagia, lemas dan berat badan menurun. Jika keluhan dan gejala khas ditemukan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang lebih 216 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosa
D. Tanda dan Gejala
Keluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia pada DM umumnya tidak ada. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Keluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim.
Menurut Supartondo, gejala-gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukan adalah :
1. Katarak
2. Glaukoma
3. Retinopati
4. Gatal seluruh badan
5. Pruritus Vulvae
6. Infeksi bakteri kulit
7. Infeksi jamur di kulit
8. Dermatopati
9. Neuropati perifer
10. Neuropati viseral
11. Amiotropi
12. Ulkus Neurotropik
13. Penyakit ginjal
14. Penyakit pembuluh darah perifer
15. Penyakit koroner
16. Penyakit pembuluh darah otak dan Hipertensi
17. Osmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin. Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut.
Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba-tiba, apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. Gejala yang biasa terjadi pada hipoglikemia seperti rasa lapar, menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usia lanjut. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak.
Pada usia lanjut reaksi vegetatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan dan koma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas.
F. Pemeriksaan Penunjang
1. Glukosa darah sewaktu
2. Kadar glukosa darah puasa
3. Tes toleransi glukosa
Kadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl)
Bukan DM Belum pasti DM DM
Kadar glukosa darah sewaktu
- Plasma vena
- Darah kapiler
Kadar glukosa darah puasa
- Plasma vena
- Darah kapiler
18. < 100 <80 19. <110 <90 20. 100-200 80-200 21. 110-120 90-110 22. >200
>200
23.
>126
>110
Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan :
1. Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L)
2. Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl
7.Penatalaksanaan
Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi acut dan kronik. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya, ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik, diet dan intervensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin.
Pada penderita dengan diabetes mellitus harus rantang gula dan makanan yang manis untuk selamanya. Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah, jadwal dan jenis makanan) yaitu :
J I : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan.
J 2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar.
J 3 : jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis).
Diet pada penderitae diabetes mellitus dapat dibagi atas beberapa bagian antara lain :
a.Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %, lemak 30 %, protein 20 %.
b.Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %, lemak 20 %, protein 12 %.
c.Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %, lemak 20 %, protein 20 %.
d.Diet B1 dan B¬2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal.
Indikasi diet A :
Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya.
Indikasi diet B :
Diberikan pada penderita diabetes terutama yang :
a.Kurang tahan lapan dengan dietnya.
b.Mempunyai hyperkolestonemia.
c.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler acident (cva) penyakit jantung koroner.
d.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang nyata.
e.Telah menderita diabetes dari 15 tahun
Indikasi diet B1
Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi, yaitu penderita diabetes terutama yang :
a.Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia.
b.Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %.
c.Masih muda perlu pertumbuhan.
d.Mengalami patah tulang.
e.Hamil dan menyusui.
f.Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis.
g.Menderita tuberkulosis paru.
h.Menderita penyakit graves (morbus basedou).
i.Menderita selulitis.
j.Dalam keadaan pasca bedah.
Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi.
Indikasi B2 dan B3
Diet B2
Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang klirens kreatininnya masih lebar dari 25 ml/mt.
Sifat-sifat diet B2
a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang.
b.Komposisi sama dengan diet B, (68 % hidrat arang, 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya asam amino esensial.
c.Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari.
Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah.
Diet B3
Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers kreatininnya kurang dari 25 MI/mt
Sifat diet B3
a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari).
b.Rendah protein tinggi asam amino esensial, jumlah protein 40 gram/hari.
c.Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. (bila tidak akan merubah jumlah protein).
d.Tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
e.Dipilih lemak yang tidak jenuh.
Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap hari pada saat setengah jam sesudah makan. Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari, pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB.
Penyuluhan kesehatan.
Untuk meningkatkan pemahaman maka dilakukan penyuluhan melalui perorangan antara dokter dengan penderita yang datang. Selain itu juga dilakukan melalui media-media cetak dan elektronik.
8.Komplikasi
a.Akut
1.)Hypoglikemia
2.)Ketoasidosis
3.)Diabetik
b.Kronik
1.)Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.
2.)Mikroangiopati mengenai pembuluh darah kecil retinopati diabetik, nefropati diabetic.
3.)Neuropati diabetic.
B.Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
Pemberian asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerja sama antara perawat dengan klien dan keluarga, untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal dalam melakukan proses terapeutik maka perawat melakukan metode ilmiah yaitu proses keperawatan.
Proses keperawatan merupakan tindakan yang berurutan yang dilakukan secara sistematis dengan latar belakang pengetahuan komprehensif untuk mengkaji status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah dan diagnosa, merencanakan intervensi mengimplementasikan rencana dan mengevaluasi rencana sehubungan dengan proses keperawatan pada klien dengan gangguan sistem endokrin.
1.Pengkajian
Pengkajian pada klien dengan gangguan sistem endokrin diabetes mellitus dilakukan mulai dari pengumpulan data yang meliputi : biodata, riwayat kesehatan, keluhan utama, sifat keluhan, riwayat kesehatan masa lalu, pemeriksaan fisik, pola kegiatan sehari-hari.
Hal yang perlu dikaji pada klien degan diabetes mellitus :
a.Aktivitas dan istirahat :
Kelemahan, susah berjalan/bergerak, kram otot, gangguan istirahat dan tidur, tachicardi/tachipnea pada waktu melakukan aktivitas dan koma.
b.Sirkulasi
Riwayat hipertensi, penyakit jantung seperti IMA, nyeri, kesemutan pada ekstremitas bawah, luka yang sukar sembuh, kulit kering, merah, dan bola mata cekung.
c.Eliminasi
Poliuri,nocturi, nyeri, rasa terbakar, diare, perut kembung dan pucat.
d.Nutrisi
Nausea, vomitus, berat badan menurun, turgor kulit jelek, mual/muntah.
e.Neurosensori
Sakit kepala, menyatakan seperti mau muntah, kesemutan, lemah otot, disorientasi, letargi, koma dan bingung.
f.Nyeri
Pembengkakan perut, meringis.
g.Respirasi
Tachipnea, kussmaul, ronchi, wheezing dan sesak nafas.
h.Keamanan
Kulit rusak, lesi/ulkus, menurunnya kekuatan umum.
i.Seksualitas
Adanya peradangan pada daerah vagina, serta orgasme menurun dan terjadi impoten pada pria.
2.Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan pengkajian data keperawatan yang sering terjadi berdasarkan teori, maka diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien diabetes mellitus yaitu :
a.Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
b.Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral.
c.Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.
d.Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan dengan ketidakseimbangan glukosa/insulin dan atau elektrolit.
e.Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.
f.Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang/progresif yang tidak dapat diobati, ketergantungan pada orang lain.
g.Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, kesalahan interpretasi informasi.
3.Rencana Keperawatan
a.Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
Tujuan :
Mendemonstrasikan hidrasi adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi perifer dapat diraba, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, haluaran urine tepat secara individu, dan kadar elektrolit dalam batas normal.
Intervensi :
1.)Pantau tanda-tanda vital.
Rasional : Hypovolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardia.
2.)Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit, dan membran mukosa.
Rasional : Merupakan indikator dari tingkat dehidrasi, atau volume sirkulasi yang adekuat.
3.)Pantau masukan dan keluaran, catat berat jenis urine.
Rasional : Memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti, fungsi ginjal, dan keefektifan dari terapi yang diberikan.
4.)Timbang berat badan setiap hari.
Rasional : Memberikan hasil pengkajian yang terbaik dari status cairan yang sedang berlangsung dan selanjutnya dalam memberikan cairan pengganti.
5.)Berikan terapi cairan sesuai indikasi.
Rasional : Tipe dan jumlah dari cairan tergantung pada derajat kekurangan cairan dan respons pasien secara individual.
b.Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral.
Tujuan :
Mencerna jumlah kalori/nutrien yang tepat
Menunjukkan tingkat energi biasanya
Berat badan stabil atau bertambah.
Intervensi :
1.)Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan oleh pasien.
Rasional : Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan terapeutik.
2.)Timbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi.
Rasional : Mengkaji pemasukan makanan yang adekuat (termasuk absorbsi dan utilisasinya).
3.)Identifikasi makanan yang disukai/dikehendaki termasuk kebutuhan etnik/kultural.
Rasional : Jika makanan yang disukai pasien dapat dimasukkan dalam perencanaan makan, kerjasama ini dapat diupayakan setelah pulang.
4.)Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan sesuai indikasi.
Rasional : Meningkatkan rasa keterlibatannya; memberikan informasi pada keluarga untuk memahami nutrisi pasien.
5.)Berikan pengobatan insulin secara teratur sesuai indikasi.
Rasional : Insulin reguler memiliki awitan cepat dan karenanya dengan cepat pula dapat membantu memindahkan glukosa ke dalam sel.
c.Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.
Tujuan :
Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah/menurunkan resiko infeksi.
Mendemonstrasikan teknik, perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya infeksi.
Intervensi :
1).Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan.
Rasional : Pasien mungkin masuk dengan infeksi yang biasanya telah mencetuskan keadaan ketoasidosis atau dapat mengalami infeksi nosokomial.
2).Tingkatkan upaya untuk pencegahan dengan melakukan cuci tangan yang baik pada semua orang yang berhubungan dengan pasien termasuk pasiennya sendiri.
Rasional : Mencegah timbulnya infeksi silang.
3).Pertahankan teknik aseptik pada prosedur invasif.
Rasional : Kadar glukosa yang tinggi dalam darah akan menjadi media terbaik bagi pertumbuhan kuman.
4).Berikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sungguh.
Rasional : Sirkulasi perifer bisa terganggu yang menempatkan pasien pada peningkatan resiko terjadinya kerusakan pada kulit/iritasi kulit dan infeksi.
5).Lakukan perubahan posisi, anjurkan batuk efektif dan nafas dalam.
Rasional : Membantu dalam memventilasi semua daerah paru dan memobilisasi sekret.
d.Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan dengan ketidakseimbangan glukosa/insulin dan atau elektrolit.
Tujuan :
Mempertahankan tingkat kesadaran/orientasi.
Mengenali dan mengkompensasi adanya kerusakan sensori.
Intervensi :
1.)Pantau tanda-tanda vital dan status mental.
Rasional : Sebagai dasar untuk membandingkan temuan abnormal
2.)Panggil pasien dengan nama, orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya.
Rasional : Menurunkan kebingungan dan membantu untuk mempertahankan kontak dengan realitas.
3.)Pelihara aktivitas rutin pasien sekonsisten mungkin, dorong untuk melakukan kegiatan sehari-hari sesuai kemampuannya.
Rasional : Membantu memelihara pasien tetap berhubungan dengan realitas dan mempertahankan orientasi pada lingkungannya.
4.)Selidiki adanya keluhan parestesia, nyeri atau kehilangan sensori pada paha/kaki.
Rasional : Neuropati perifer dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman yang berat, kehilangan sensasi sentuhan/distorsi yang mempunyai resiko tinggi terhadap kerusakan kulit dan gangguan keseimbangan.
e.Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.
Tujuan :
Mengungkapkan peningkatan tingkat energi.
Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan.
Intervensi :
1.)Diskusikan dengan pasien kebutuhan akan aktivitas.
Rasional : Pendidikan dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan tingkat aktivitas meskipun pasien mungkin sangat lemah.
2.)Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup.
Rasional : Mencegah kelelahan yang berlebihan.
3.)Pantau nadi, frekuensi pernafasan dan tekanan darah sebelum/sesudah melakukan aktivitas.
Rasional : Mengindikasikan tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi secara fisiologis.
4.)Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai toleransi.
Rasional : Meningkatkan kepercayaan diri/harga diri yang positif sesuai tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi.
f.Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang/progresif yang tidak dapat diobati, ketergantungan pada orang lain.
Tujuan :
Mengakui perasaan putus asa
Mengidentifikasi cara-cara sehat untuk menghadapi perasaan.
Membantu dalam merencanakan perawatannya sendiri dan secara mandiri mengambil tanggung jawab untuk aktivitas perawatan diri.
Intervensi :
1.)Anjurkan pasien/keluarga untuk mengekspresikan perasaannya tentang perawatan di rumah sakit dan penyakitnya secara keseluruhan.
Rasional : Mengidentifikasi area perhatiannya dan memudahkan cara pemecahan masalah.
2.)Tentukan tujuan/harapan dari pasien atau keluarga.
Rasional : Harapan yang tidak realistis atau adanya tekanan dari orang lain atau diri sendiri dapat mengakibatkan perasaan frustasi.kehilangan kontrol diri dan mungkin mengganggu kemampuan koping.
3.)Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri dan berikan umpan balik positif sesuai dengan usaha yang dilakukannya.
Rasional : Meningkatkan perasaan kontrol terhadap situasi.
4.)Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri.
Rasional : Meningkatkan perasaan kontrol terhadap situasi.
g.Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, keselahan interpretasi informasi.
Tujuan :
Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit.
Mengidentifikasi hubungan tanda/gejala dengan proses penyakit dan menghubungkan gejala dengan faktor penyebab.
Dengan benar melakukan prosedur yang perlu dan menjelaskan rasional tindakan.
Intervensi :
1.)Ciptakan lingkungan saling percaya
Rasional : Menanggapai dan memperhatikan perlu diciptakan sebelum pasien bersedia mengambil bagian dalam proses belajar.
2.)Diskusikan dengan klien tentang penyakitnya.
Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pertimbangan dalam memilih gaya hidup.
3.)Diskusikan tentang rencana diet, penggunaan makanan tinggi serat.
Rasional : Kesadaran tentang pentingnya kontrol diet akan membantu pasien dalam merencanakan makan/mentaati program.
4.)Diskusikan pentingnya untuk melakukan evaluasi secara teratur dan jawab pertanyaan pasien/orang terdekat.
Rasional : Membantu untuk mengontrol proses penyakit dengan lebih ketat.
DAFTAR PUSTAKA
Luecknote, Annette Geisler, Pengkajian Gerontologi alih bahasa Aniek Maryunani, Jakarta:EGC, 1997.
Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC, 1999.
Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC, 1997.
Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2002.
Ikram, Ainal, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.
Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth, 2002).
Diabetes Melllitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Arjatmo, 2002).
B. Klasifikasi
Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :
1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)
2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)
3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)
C. Etiologi
1. Diabetes tipe I:
a. Faktor genetik
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA.
b. Faktor-faktor imunologi
Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen.
c. Faktor lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.
2. Diabetes Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th)
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga
4.Patofisiologi
Sebagian besar patologi diabetes mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut : (1) Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg/hari/100 ml. (2) Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak, menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuler yang mengakibatkan aterosklerosis. (3) Pengurangan protein dalam jaringan tubuh.
Akan tetapi selain itu terjadi beberapa masalah patofisiologi pada diabetes mellitus yang tidak mudah tampak yaitu kehilangan ke dalam urine klien diabetes mellitus. Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomerulus meningkat kira-kira diatas 225 mg.menit glukosa dalam jumlah bermakna mulai dibuang ke dalam urine. Jika jumlah filtrasi glomerulus yang terbentuk tiap menit tetap, maka luapan glukosa terjadi bila kadar glukosa meningkat melebihi 180 mg%.
Asidosis pada diabetes, pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke metabolisme telah dibicarakan. Bila tubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak, kadar asam aseto – asetat dan asam Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1 Meq/Liter sampai setinggi 10 Meq/Liter.
5.Gambaran Klinik
Gejala yang lazim terjadi, pada diabetes mellitus sebagai berikut :
Pada tahap awal sering ditemukan :
a.Poliuri (banyak kencing)
Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing.
b.Polidipsi (banyak minum)
Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri, sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum.
c.Polipagi (banyak makan)
Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. Tetapi walaupun klien banyak makan, tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah.
d.Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga kurang. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa, maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein, karena tubuh terus merasakan lapar, maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus
e.Mata kabur
Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa, sehingga menyebabkan pembentukan katarak.
6.Diagnosis
Diagnosis diabetes mellitus umumnya dipikirkan dengan adanya gejala khas diabetes mellitus berupa poliuria, polidipsi, poliphagia, lemas dan berat badan menurun. Jika keluhan dan gejala khas ditemukan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang lebih 216 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosa
D. Tanda dan Gejala
Keluhan umum pasien DM seperti poliuria, polidipsia, polifagia pada DM umumnya tidak ada. Sebaliknya yang sering mengganggu pasien adalah keluhan akibat komplikasi degeneratif kronik pada pembuluh darah dan saraf. Pada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya bervariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi yang luas. Keluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan lazim.
Menurut Supartondo, gejala-gejala akibat DM pada usia lanjut yang sering ditemukan adalah :
1. Katarak
2. Glaukoma
3. Retinopati
4. Gatal seluruh badan
5. Pruritus Vulvae
6. Infeksi bakteri kulit
7. Infeksi jamur di kulit
8. Dermatopati
9. Neuropati perifer
10. Neuropati viseral
11. Amiotropi
12. Ulkus Neurotropik
13. Penyakit ginjal
14. Penyakit pembuluh darah perifer
15. Penyakit koroner
16. Penyakit pembuluh darah otak dan Hipertensi
17. Osmotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan inkontinensia urin. Perasaan haus pada pasien DM lansia kurang dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. Karena itu tidak terjadi polidipsia atau baru terjadi pada stadium lanjut.
Penyakit yang mula-mula ringan dan sedang saja yang biasa terdapat pada pasien DM usia lanjut dapat berubah tiba-tiba, apabila pasien mengalami infeksi akut. Defisiensi insulin yang tadinya bersifat relatif sekarang menjadi absolut dan timbul keadaan ketoasidosis dengan gejala khas hiperventilasi dan dehidrasi, kesadaran menurun dengan hiperglikemia, dehidrasi dan ketonemia. Gejala yang biasa terjadi pada hipoglikemia seperti rasa lapar, menguap dan berkeringat banyak umumnya tidak ada pada DM usia lanjut. Biasanya tampak bermanifestasi sebagai sakit kepala dan kebingungan mendadak.
Pada usia lanjut reaksi vegetatif dapat menghilang. Sedangkan gejala kebingungan dan koma yang merupakan gangguan metabolisme serebral tampak lebih jelas.
F. Pemeriksaan Penunjang
1. Glukosa darah sewaktu
2. Kadar glukosa darah puasa
3. Tes toleransi glukosa
Kadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl)
Bukan DM Belum pasti DM DM
Kadar glukosa darah sewaktu
- Plasma vena
- Darah kapiler
Kadar glukosa darah puasa
- Plasma vena
- Darah kapiler
18. < 100 <80 19. <110 <90 20. 100-200 80-200 21. 110-120 90-110 22. >200
>200
23.
>126
>110
Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan :
1. Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L)
2. Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl
7.Penatalaksanaan
Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi acut dan kronik. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya, ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik, diet dan intervensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin.
Pada penderita dengan diabetes mellitus harus rantang gula dan makanan yang manis untuk selamanya. Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah, jadwal dan jenis makanan) yaitu :
J I : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan.
J 2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar.
J 3 : jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis).
Diet pada penderitae diabetes mellitus dapat dibagi atas beberapa bagian antara lain :
a.Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %, lemak 30 %, protein 20 %.
b.Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %, lemak 20 %, protein 12 %.
c.Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %, lemak 20 %, protein 20 %.
d.Diet B1 dan B¬2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal.
Indikasi diet A :
Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya.
Indikasi diet B :
Diberikan pada penderita diabetes terutama yang :
a.Kurang tahan lapan dengan dietnya.
b.Mempunyai hyperkolestonemia.
c.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler acident (cva) penyakit jantung koroner.
d.Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang nyata.
e.Telah menderita diabetes dari 15 tahun
Indikasi diet B1
Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi, yaitu penderita diabetes terutama yang :
a.Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia.
b.Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %.
c.Masih muda perlu pertumbuhan.
d.Mengalami patah tulang.
e.Hamil dan menyusui.
f.Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis.
g.Menderita tuberkulosis paru.
h.Menderita penyakit graves (morbus basedou).
i.Menderita selulitis.
j.Dalam keadaan pasca bedah.
Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi.
Indikasi B2 dan B3
Diet B2
Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang klirens kreatininnya masih lebar dari 25 ml/mt.
Sifat-sifat diet B2
a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang.
b.Komposisi sama dengan diet B, (68 % hidrat arang, 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya asam amino esensial.
c.Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari.
Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah.
Diet B3
Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers kreatininnya kurang dari 25 MI/mt
Sifat diet B3
a.Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari).
b.Rendah protein tinggi asam amino esensial, jumlah protein 40 gram/hari.
c.Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. (bila tidak akan merubah jumlah protein).
d.Tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
e.Dipilih lemak yang tidak jenuh.
Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap hari pada saat setengah jam sesudah makan. Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari, pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB.
Penyuluhan kesehatan.
Untuk meningkatkan pemahaman maka dilakukan penyuluhan melalui perorangan antara dokter dengan penderita yang datang. Selain itu juga dilakukan melalui media-media cetak dan elektronik.
8.Komplikasi
a.Akut
1.)Hypoglikemia
2.)Ketoasidosis
3.)Diabetik
b.Kronik
1.)Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.
2.)Mikroangiopati mengenai pembuluh darah kecil retinopati diabetik, nefropati diabetic.
3.)Neuropati diabetic.
B.Konsep Dasar Asuhan Keperawatan
Pemberian asuhan keperawatan merupakan proses terapeutik yang melibatkan hubungan kerja sama antara perawat dengan klien dan keluarga, untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal dalam melakukan proses terapeutik maka perawat melakukan metode ilmiah yaitu proses keperawatan.
Proses keperawatan merupakan tindakan yang berurutan yang dilakukan secara sistematis dengan latar belakang pengetahuan komprehensif untuk mengkaji status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah dan diagnosa, merencanakan intervensi mengimplementasikan rencana dan mengevaluasi rencana sehubungan dengan proses keperawatan pada klien dengan gangguan sistem endokrin.
1.Pengkajian
Pengkajian pada klien dengan gangguan sistem endokrin diabetes mellitus dilakukan mulai dari pengumpulan data yang meliputi : biodata, riwayat kesehatan, keluhan utama, sifat keluhan, riwayat kesehatan masa lalu, pemeriksaan fisik, pola kegiatan sehari-hari.
Hal yang perlu dikaji pada klien degan diabetes mellitus :
a.Aktivitas dan istirahat :
Kelemahan, susah berjalan/bergerak, kram otot, gangguan istirahat dan tidur, tachicardi/tachipnea pada waktu melakukan aktivitas dan koma.
b.Sirkulasi
Riwayat hipertensi, penyakit jantung seperti IMA, nyeri, kesemutan pada ekstremitas bawah, luka yang sukar sembuh, kulit kering, merah, dan bola mata cekung.
c.Eliminasi
Poliuri,nocturi, nyeri, rasa terbakar, diare, perut kembung dan pucat.
d.Nutrisi
Nausea, vomitus, berat badan menurun, turgor kulit jelek, mual/muntah.
e.Neurosensori
Sakit kepala, menyatakan seperti mau muntah, kesemutan, lemah otot, disorientasi, letargi, koma dan bingung.
f.Nyeri
Pembengkakan perut, meringis.
g.Respirasi
Tachipnea, kussmaul, ronchi, wheezing dan sesak nafas.
h.Keamanan
Kulit rusak, lesi/ulkus, menurunnya kekuatan umum.
i.Seksualitas
Adanya peradangan pada daerah vagina, serta orgasme menurun dan terjadi impoten pada pria.
2.Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan pengkajian data keperawatan yang sering terjadi berdasarkan teori, maka diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien diabetes mellitus yaitu :
a.Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
b.Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral.
c.Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.
d.Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan dengan ketidakseimbangan glukosa/insulin dan atau elektrolit.
e.Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.
f.Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang/progresif yang tidak dapat diobati, ketergantungan pada orang lain.
g.Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, kesalahan interpretasi informasi.
3.Rencana Keperawatan
a.Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan diuresis osmotik.
Tujuan :
Mendemonstrasikan hidrasi adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi perifer dapat diraba, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, haluaran urine tepat secara individu, dan kadar elektrolit dalam batas normal.
Intervensi :
1.)Pantau tanda-tanda vital.
Rasional : Hypovolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardia.
2.)Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit, dan membran mukosa.
Rasional : Merupakan indikator dari tingkat dehidrasi, atau volume sirkulasi yang adekuat.
3.)Pantau masukan dan keluaran, catat berat jenis urine.
Rasional : Memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti, fungsi ginjal, dan keefektifan dari terapi yang diberikan.
4.)Timbang berat badan setiap hari.
Rasional : Memberikan hasil pengkajian yang terbaik dari status cairan yang sedang berlangsung dan selanjutnya dalam memberikan cairan pengganti.
5.)Berikan terapi cairan sesuai indikasi.
Rasional : Tipe dan jumlah dari cairan tergantung pada derajat kekurangan cairan dan respons pasien secara individual.
b.Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral.
Tujuan :
Mencerna jumlah kalori/nutrien yang tepat
Menunjukkan tingkat energi biasanya
Berat badan stabil atau bertambah.
Intervensi :
1.)Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan oleh pasien.
Rasional : Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan terapeutik.
2.)Timbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi.
Rasional : Mengkaji pemasukan makanan yang adekuat (termasuk absorbsi dan utilisasinya).
3.)Identifikasi makanan yang disukai/dikehendaki termasuk kebutuhan etnik/kultural.
Rasional : Jika makanan yang disukai pasien dapat dimasukkan dalam perencanaan makan, kerjasama ini dapat diupayakan setelah pulang.
4.)Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan sesuai indikasi.
Rasional : Meningkatkan rasa keterlibatannya; memberikan informasi pada keluarga untuk memahami nutrisi pasien.
5.)Berikan pengobatan insulin secara teratur sesuai indikasi.
Rasional : Insulin reguler memiliki awitan cepat dan karenanya dengan cepat pula dapat membantu memindahkan glukosa ke dalam sel.
c.Resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia.
Tujuan :
Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah/menurunkan resiko infeksi.
Mendemonstrasikan teknik, perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya infeksi.
Intervensi :
1).Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan.
Rasional : Pasien mungkin masuk dengan infeksi yang biasanya telah mencetuskan keadaan ketoasidosis atau dapat mengalami infeksi nosokomial.
2).Tingkatkan upaya untuk pencegahan dengan melakukan cuci tangan yang baik pada semua orang yang berhubungan dengan pasien termasuk pasiennya sendiri.
Rasional : Mencegah timbulnya infeksi silang.
3).Pertahankan teknik aseptik pada prosedur invasif.
Rasional : Kadar glukosa yang tinggi dalam darah akan menjadi media terbaik bagi pertumbuhan kuman.
4).Berikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sungguh.
Rasional : Sirkulasi perifer bisa terganggu yang menempatkan pasien pada peningkatan resiko terjadinya kerusakan pada kulit/iritasi kulit dan infeksi.
5).Lakukan perubahan posisi, anjurkan batuk efektif dan nafas dalam.
Rasional : Membantu dalam memventilasi semua daerah paru dan memobilisasi sekret.
d.Resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan dengan ketidakseimbangan glukosa/insulin dan atau elektrolit.
Tujuan :
Mempertahankan tingkat kesadaran/orientasi.
Mengenali dan mengkompensasi adanya kerusakan sensori.
Intervensi :
1.)Pantau tanda-tanda vital dan status mental.
Rasional : Sebagai dasar untuk membandingkan temuan abnormal
2.)Panggil pasien dengan nama, orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya.
Rasional : Menurunkan kebingungan dan membantu untuk mempertahankan kontak dengan realitas.
3.)Pelihara aktivitas rutin pasien sekonsisten mungkin, dorong untuk melakukan kegiatan sehari-hari sesuai kemampuannya.
Rasional : Membantu memelihara pasien tetap berhubungan dengan realitas dan mempertahankan orientasi pada lingkungannya.
4.)Selidiki adanya keluhan parestesia, nyeri atau kehilangan sensori pada paha/kaki.
Rasional : Neuropati perifer dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman yang berat, kehilangan sensasi sentuhan/distorsi yang mempunyai resiko tinggi terhadap kerusakan kulit dan gangguan keseimbangan.
e.Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik.
Tujuan :
Mengungkapkan peningkatan tingkat energi.
Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan.
Intervensi :
1.)Diskusikan dengan pasien kebutuhan akan aktivitas.
Rasional : Pendidikan dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan tingkat aktivitas meskipun pasien mungkin sangat lemah.
2.)Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat yang cukup.
Rasional : Mencegah kelelahan yang berlebihan.
3.)Pantau nadi, frekuensi pernafasan dan tekanan darah sebelum/sesudah melakukan aktivitas.
Rasional : Mengindikasikan tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi secara fisiologis.
4.)Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai toleransi.
Rasional : Meningkatkan kepercayaan diri/harga diri yang positif sesuai tingkat aktivitas yang dapat ditoleransi.
f.Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang/progresif yang tidak dapat diobati, ketergantungan pada orang lain.
Tujuan :
Mengakui perasaan putus asa
Mengidentifikasi cara-cara sehat untuk menghadapi perasaan.
Membantu dalam merencanakan perawatannya sendiri dan secara mandiri mengambil tanggung jawab untuk aktivitas perawatan diri.
Intervensi :
1.)Anjurkan pasien/keluarga untuk mengekspresikan perasaannya tentang perawatan di rumah sakit dan penyakitnya secara keseluruhan.
Rasional : Mengidentifikasi area perhatiannya dan memudahkan cara pemecahan masalah.
2.)Tentukan tujuan/harapan dari pasien atau keluarga.
Rasional : Harapan yang tidak realistis atau adanya tekanan dari orang lain atau diri sendiri dapat mengakibatkan perasaan frustasi.kehilangan kontrol diri dan mungkin mengganggu kemampuan koping.
3.)Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri dan berikan umpan balik positif sesuai dengan usaha yang dilakukannya.
Rasional : Meningkatkan perasaan kontrol terhadap situasi.
4.)Berikan dukungan pada pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan diri sendiri.
Rasional : Meningkatkan perasaan kontrol terhadap situasi.
g.Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya pemajanan/mengingat, keselahan interpretasi informasi.
Tujuan :
Mengungkapkan pemahaman tentang penyakit.
Mengidentifikasi hubungan tanda/gejala dengan proses penyakit dan menghubungkan gejala dengan faktor penyebab.
Dengan benar melakukan prosedur yang perlu dan menjelaskan rasional tindakan.
Intervensi :
1.)Ciptakan lingkungan saling percaya
Rasional : Menanggapai dan memperhatikan perlu diciptakan sebelum pasien bersedia mengambil bagian dalam proses belajar.
2.)Diskusikan dengan klien tentang penyakitnya.
Rasional : Memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat pertimbangan dalam memilih gaya hidup.
3.)Diskusikan tentang rencana diet, penggunaan makanan tinggi serat.
Rasional : Kesadaran tentang pentingnya kontrol diet akan membantu pasien dalam merencanakan makan/mentaati program.
4.)Diskusikan pentingnya untuk melakukan evaluasi secara teratur dan jawab pertanyaan pasien/orang terdekat.
Rasional : Membantu untuk mengontrol proses penyakit dengan lebih ketat.
DAFTAR PUSTAKA
Luecknote, Annette Geisler, Pengkajian Gerontologi alih bahasa Aniek Maryunani, Jakarta:EGC, 1997.
Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC, 1999.
Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC, 1997.
Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2002.
Ikram, Ainal, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.
Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002
anastomosis
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Dasar Penyakit
1. Pengertian
Peritonitis adalah inflamasi peritoneum-lapisan membran serosa rongga abdomen dan meliputi visera ( Brunner & Suddart. 2002 : 1103 )
Peritonitis adalah inflamasi rongga peritoneal yang dapat berupa primer atau sekunder, akut atau kronis dan diakibatkan oleh kontaminasi kapasitas peritoneal oleh bakteri atau kimia (Doengoes,Moorhouse, Geissler. 2000 : 513)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa peritonitis adalah radang selaput perut atau inflamasi peritoneum baik bersifat primer atau sekunder, akut atau kronis yang disebabkan oleh kontaminasi isi usus, bakteri atau kimia.
Anastomosis adalah hubungan antara pembuluh-pembuluh yang berbeda pangkalnya (Ramali, Ahmad, disempurnakan oleh Hendra T. Laksman, 1997:14).
Anastomosis adalah terjadinya hubungan antara dua rongga atau alat yang biasanya terpisah, dengan pembedahan atau karena keadaan sakit (Ramali, Ahmad, disempurnakan oleh Hendra T. Laksman, 1997:14).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa anastomosis and to end adalah penyambungan dua rongga dalam hal ini usus yang awalnya terpisah kemudian disambung kembali melalui proses pembedahan.
2. Anatomi
Susunan saluran pencernaan :
A. Mulut
Mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Bagian luar atau vestibula, yaitu ruang antara gusi, bibir dan pipi
a) Bibir
Terdiri atas dua lipatan daging yang membentuk gerbang mulut. Disebelah luar ditutupi oleh kulit dan di sebelah dalam ditutupi oleh selaput lendir (mukosa).
b) Pipi
Dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papilla.
2. Bagian dalam atau rongga mulut yang dibatasi oleh tulang maksilaris, palatum, mandibulla dan faring
a) Gigi
(1) Gigi sulung
(2) Gigi tetap
b) Lidah
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir :
(1) Radiks lingua
(2) Dorsum lingua
(3) Apeks lingua
B. Faring
Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan esophagus, didalam lengkung faring terdapat tonsil yaitu kumpulan kelenjar limpa yang banyak mengandung limposit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi.
C. Esophagus
Merupakan struktur berbentuk tubular yang menghubungkan faring dengan lambung. Esophagus terletak di belakang trakea dan di depan tuang punggung.
D. Rongga Abdomen
Abdomen adalah rongga terbesar dalam tubuh. Bentuknya lonjong dan meluas dari atas diafragma sampai pelvis dibawah. Rongga abdomen dilukiskan menjadi 2 bagian – abdomen yang sebenarnya, yaitu rongga sebelah atas dan lebih besar, dan pelvis yaitu rongga sebelah bawah dan lebih kecil.
Batas-batas abdomen :
- Atas : diafragma
- Bawah : pintu masuk panggul dari panggul besar
- Depan dan kedua sisi : otot-otot abdominal, tulang-tulang illiaka dan iga-iga sebelah bawah
- Belakang : tulang punggung dan otot polos dan quadratus lumborum
Isi abdomen :
Sebagian besar dari saluran pencernaan, yaitu lambung, usus halus dan usus besar.
1. Lambung
Merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang. Lambung terletak di oblik kiri ke kanan menyilang di abdomen atas tepat di bawah diafragma. Kapasitas normal lambung 1 – 2 liter. Secara anatomis lambung terbagi atas fundus, korpus dan antrum pylorus
2. Usus halus
Usus halus merupakan tabung kompleks berlipat-lipat yang membentang dari pylorus sampai katup ilosekal, merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasil pencernaan
a) Duodenum
Disebut juga usus 12 jari, mulai dari pylorus sampai yeyenum. Duodenum terletak pada daerah epigastrium dan umbilikalis. Pada bagian kanan duodenum ini terdapat selaput lendir yang disebut papilla vateri. Pada papilla vateri ini bermuara saluran empedu (duktus kaledokus) dan saluran pancreas (duktus pankreatitis).
Empedu dibuat dari hati untuk dikeluarkan ke duodenum melalui duktus kaledokus yang fungsinya mengemulsikan lemak dengan bantuan lipase.
Pankreas juga menghasilkan amylase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida dan tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino atau albumin dan polipeptida.
b) Yeyenum dan Ileum
Yeyenum dan ileum mempunyai panjang 6 meter. Sambungan yeyenum dan ileum tidak mempunyai batas yang tegas. Lekukan-lekukan yeyenum menduduki bagian kiri atas rongga abdomen, sedangkan ileum cenderung menduduki bagian bawah kanan rongga abdomen dan rongga pelvis. Ujung bawah ileum berhubungan dengan seikum dengan perantaraan lubang orifisium ileosekal.
3. Usus Besar
Usus besar merupakan tabung muscular berongga dengan panjang sekitar 1,5 meter yang terbentang dari sekum sampai canalis ani.
a) Sekum
Pada sekum terdapat katup ileosekal dan appendiks yang melekat pada ujung sekum. Katup ileosekal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum. Appendiks sebagai organ pertahanan terhadap infeksi, kadang appendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya kedalam rongga abdomen.
TINJAUAN TEORI
A. Konsep Dasar Penyakit
1. Pengertian
Peritonitis adalah inflamasi peritoneum-lapisan membran serosa rongga abdomen dan meliputi visera ( Brunner & Suddart. 2002 : 1103 )
Peritonitis adalah inflamasi rongga peritoneal yang dapat berupa primer atau sekunder, akut atau kronis dan diakibatkan oleh kontaminasi kapasitas peritoneal oleh bakteri atau kimia (Doengoes,Moorhouse, Geissler. 2000 : 513)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa peritonitis adalah radang selaput perut atau inflamasi peritoneum baik bersifat primer atau sekunder, akut atau kronis yang disebabkan oleh kontaminasi isi usus, bakteri atau kimia.
Anastomosis adalah hubungan antara pembuluh-pembuluh yang berbeda pangkalnya (Ramali, Ahmad, disempurnakan oleh Hendra T. Laksman, 1997:14).
Anastomosis adalah terjadinya hubungan antara dua rongga atau alat yang biasanya terpisah, dengan pembedahan atau karena keadaan sakit (Ramali, Ahmad, disempurnakan oleh Hendra T. Laksman, 1997:14).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa anastomosis and to end adalah penyambungan dua rongga dalam hal ini usus yang awalnya terpisah kemudian disambung kembali melalui proses pembedahan.
2. Anatomi
Susunan saluran pencernaan :
A. Mulut
Mulut adalah permulaan saluran pencernaan yang terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Bagian luar atau vestibula, yaitu ruang antara gusi, bibir dan pipi
a) Bibir
Terdiri atas dua lipatan daging yang membentuk gerbang mulut. Disebelah luar ditutupi oleh kulit dan di sebelah dalam ditutupi oleh selaput lendir (mukosa).
b) Pipi
Dilapisi dari dalam oleh mukosa yang mengandung papilla.
2. Bagian dalam atau rongga mulut yang dibatasi oleh tulang maksilaris, palatum, mandibulla dan faring
a) Gigi
(1) Gigi sulung
(2) Gigi tetap
b) Lidah
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir :
(1) Radiks lingua
(2) Dorsum lingua
(3) Apeks lingua
B. Faring
Merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan esophagus, didalam lengkung faring terdapat tonsil yaitu kumpulan kelenjar limpa yang banyak mengandung limposit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi.
C. Esophagus
Merupakan struktur berbentuk tubular yang menghubungkan faring dengan lambung. Esophagus terletak di belakang trakea dan di depan tuang punggung.
D. Rongga Abdomen
Abdomen adalah rongga terbesar dalam tubuh. Bentuknya lonjong dan meluas dari atas diafragma sampai pelvis dibawah. Rongga abdomen dilukiskan menjadi 2 bagian – abdomen yang sebenarnya, yaitu rongga sebelah atas dan lebih besar, dan pelvis yaitu rongga sebelah bawah dan lebih kecil.
Batas-batas abdomen :
- Atas : diafragma
- Bawah : pintu masuk panggul dari panggul besar
- Depan dan kedua sisi : otot-otot abdominal, tulang-tulang illiaka dan iga-iga sebelah bawah
- Belakang : tulang punggung dan otot polos dan quadratus lumborum
Isi abdomen :
Sebagian besar dari saluran pencernaan, yaitu lambung, usus halus dan usus besar.
1. Lambung
Merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang. Lambung terletak di oblik kiri ke kanan menyilang di abdomen atas tepat di bawah diafragma. Kapasitas normal lambung 1 – 2 liter. Secara anatomis lambung terbagi atas fundus, korpus dan antrum pylorus
2. Usus halus
Usus halus merupakan tabung kompleks berlipat-lipat yang membentang dari pylorus sampai katup ilosekal, merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasil pencernaan
a) Duodenum
Disebut juga usus 12 jari, mulai dari pylorus sampai yeyenum. Duodenum terletak pada daerah epigastrium dan umbilikalis. Pada bagian kanan duodenum ini terdapat selaput lendir yang disebut papilla vateri. Pada papilla vateri ini bermuara saluran empedu (duktus kaledokus) dan saluran pancreas (duktus pankreatitis).
Empedu dibuat dari hati untuk dikeluarkan ke duodenum melalui duktus kaledokus yang fungsinya mengemulsikan lemak dengan bantuan lipase.
Pankreas juga menghasilkan amylase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida dan tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino atau albumin dan polipeptida.
b) Yeyenum dan Ileum
Yeyenum dan ileum mempunyai panjang 6 meter. Sambungan yeyenum dan ileum tidak mempunyai batas yang tegas. Lekukan-lekukan yeyenum menduduki bagian kiri atas rongga abdomen, sedangkan ileum cenderung menduduki bagian bawah kanan rongga abdomen dan rongga pelvis. Ujung bawah ileum berhubungan dengan seikum dengan perantaraan lubang orifisium ileosekal.
3. Usus Besar
Usus besar merupakan tabung muscular berongga dengan panjang sekitar 1,5 meter yang terbentang dari sekum sampai canalis ani.
a) Sekum
Pada sekum terdapat katup ileosekal dan appendiks yang melekat pada ujung sekum. Katup ileosekal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum. Appendiks sebagai organ pertahanan terhadap infeksi, kadang appendiks bereaksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya kedalam rongga abdomen.
cahaya cinta
Cahaya cinta…
Langit mendung menyingsing terbitnya fajar, gemuruh-gemuruh petir terdengar saling bersahutan, para mahasiswa langsung berlarian menuju motor mereka masing-masing. Rintikan air hujan mulai turun perlahan kemudian deras dan air menguyur bumi dengan cepat, aku memilih tuk menunggu hujan reda baru pulang, kulihat sekitarku masih banyak mahasiswa yang juga menunggu, bahkan ada beberapa mahasiswa yang kembali setalah pergi, tapi ada juga yang langsung pergi di lebatnya hujan ini.
Sekarang memang musim hujan, walau yang turun hanya air, bukan batu, tetap saja kebanyakan orang lebih memilih berteduh, aku tidak tahu apa alasan mereka, takut basah, mungkin. Kalau aku sendiri bukan itu alaannya, aku hanya takut buku-bukuku pada basah, semua isi buku ini adalah semua catatan berharga yang telah kutulis selama empat tahun ini, kuliah di UNISKA memang tidak bisa dibawa santai, aku ingin lebih cepat lulus, lebih baik.
Hujan mulai mereda diiringi oleh lantunan suara azan, sekali lagi aku lebih memilih untuk menunda pulangku, aku berjalan menuju musholla kampus tak jauh dari tempat aku berdiri tadi, kulihat beberapa mahasiswa ada yang langsung pulang, hanya sedikit yang tinggal tuk sholat, apalagi ini magrib, aku selalu diperingatakan nenekku dulu, kalau magrib lebih baik istirahat dulu, mampir di musholla terdekat, karena dari dulu begitu jadi kebiasaan, aku cukup sami’na wa atho’na, biar selamat dunia akhirat.
…
Langit mendung menyingsing terbitnya fajar, gemuruh-gemuruh petir terdengar saling bersahutan, para mahasiswa langsung berlarian menuju motor mereka masing-masing. Rintikan air hujan mulai turun perlahan kemudian deras dan air menguyur bumi dengan cepat, aku memilih tuk menunggu hujan reda baru pulang, kulihat sekitarku masih banyak mahasiswa yang juga menunggu, bahkan ada beberapa mahasiswa yang kembali setalah pergi, tapi ada juga yang langsung pergi di lebatnya hujan ini.
Sekarang memang musim hujan, walau yang turun hanya air, bukan batu, tetap saja kebanyakan orang lebih memilih berteduh, aku tidak tahu apa alasan mereka, takut basah, mungkin. Kalau aku sendiri bukan itu alaannya, aku hanya takut buku-bukuku pada basah, semua isi buku ini adalah semua catatan berharga yang telah kutulis selama empat tahun ini, kuliah di UNISKA memang tidak bisa dibawa santai, aku ingin lebih cepat lulus, lebih baik.
Hujan mulai mereda diiringi oleh lantunan suara azan, sekali lagi aku lebih memilih untuk menunda pulangku, aku berjalan menuju musholla kampus tak jauh dari tempat aku berdiri tadi, kulihat beberapa mahasiswa ada yang langsung pulang, hanya sedikit yang tinggal tuk sholat, apalagi ini magrib, aku selalu diperingatakan nenekku dulu, kalau magrib lebih baik istirahat dulu, mampir di musholla terdekat, karena dari dulu begitu jadi kebiasaan, aku cukup sami’na wa atho’na, biar selamat dunia akhirat.
…
ucapan rindu di malam terakhir
Ucapan rindu di malam terakhir…
BULAN PUASA akhirnya tiba, sebuah bulan penuh berkah, dimana-mana selalu dipenuhi dengan berkah dan ampunan, dalam sahur ada pahala, dalam berbuka begitu banyak nikmatnya, juga bulan libur panjang setelah menetap sepuluh hari di pondok. Semua santri pada bergembira menyambutnya, entah apa yang membuat mereka begitu senang, tapi satu hal yang pasti, utlah (libur). Bagi kami tidak hanya mengharap libur pulang di rumah, di pesantren juga bisa dianggap libur, karena semua kegiatan dihentikan, jam sekolah dipendekkan, bahkan ustadnya juga hanya sedikit yang mau mengajar, itu juga yang memiliki keihklasan tertinggi yang mau mengajar sepenuh hati selama bulan puasa. Yang biasa sembunyi-sembunyi tidur di waktu jam pelajaran, saat bulan puasa berani terang-terangan, karena sekarang tidak sendiri, yang lain juga ikutan.
Hari pertama memasuki ramadhan begitu indah rasanya, aku sebagai salah satu panitia penyaji konsumsi buat berbuka mulai sibuk, sore ketika berbuka sibuk, malam ketika tarawih sibuk, aku dan panitia lainnya menanggung amanah yang sangat besar, yaitu menyediakan makanan dan minuman berbuka buat beratus-ratus santri. Belum lagi buat kami sendiri, untungnya dana yang masuk setiap tahunya mencapai lebih dari cukup, jadi sudah pasti, buat buka juga selalu lebih, tapi kami tidak berani mengambil hak-hak itu untuk kepentingan sendiri, kalau di kantor istilahnya korupsi, haram… karena akan di pertanggung jawabkan nantinya, walau kadang ada juga para santri yang berinsiatif dengan menyebut itu tidak haram, melainkan hanya subhat, yang artinya antara halal dan haram tapi mendekati haram, hampir sama kan?...
Memasak air, membikin air syrup, dan membagikannya kepada para santri yang sudah antri buat buka puasa, begitulah tugasku sebagai salah satu panitia. memasak dan membagi kadang tidak menjadi soal, yang sering menjadi soal adalah membikin minuman itu sendiri, apakah manisnya sudah pas, kurang atau terlalu manis, ini yang harus kami perhatikan, maka sebagai pengurus kami mencicipi minuman itu di ujung lidah sebagaimana cara yang diperintahkan rasul, tapi kebiasaan di pondok kami, selang beberapa menit kemudian, ada lagi yang mencoba satu, setelah itu ada lagi, apa tidak cukup satu. Dan aku sebagai salah satu panitia juga tidak mau kalah, harus ikut mencicipi.
Tarawih bersama diimami oleh kaka kelas kami, yang juga masih berstatus sebagai santri. Tapi sudah senior dan dipanggil dengan gelar muallim, kalau aku sekarang hanya sekedar mudabbir, tahun depan pasti jadi muallim juga, dalam tarawih kadang aku lihat dulu siapa imamnya, kalau kawanan peci dan sarung, pasti lama, jadi tarawih malam ini ditunda dulu dengan alasan tugas panitia, tapi kalau imamnya para kawanan netral, pasti pengin cepat juga bawaannya, jadi tarawih malam ini dilaksanakan.
Di pondokku terbagi tiga kelompok, yang pertama kelompok peci dan sarung, yaitu para santri yang suka sekali beribadah, kemana-mana pakai peci setiap bertemu selalu tersenyum dan menyebarkan salam lebih dulu, hapalan alqurannya sudah pasti banyak. Dan yang kedua adalah para broken, ini adalah kelompok dari para santri yang suka sekali melanggar, sholat sering di kamar, ngaji jarang, pakai peci Cuma buat sholat, salam Cuma buat mencari muka, begitulah mereka, dari ciri-ciri sudah pasti, kebanyakan dari mereka tidak berambut, botak. Hapalan mereka sudah pasti jangan ditanya, sedikit. Kalau yang ketiga ini, kelompok netral, menurutku aku termasuk salah satu dari kawanan ini, para santrinya tidak memihak manapun, kalau gabung sama kelompok peci dan sarung, maka ikutan alim, kalau gabung sama kelompok broken, maka ikutan melanggar, tapi sewajarnya. Begitulah ketiga kelompok yang sudah ada turun-temurun sejak dulu.
Seusai tarawih para santri junior berlarian ke kamar mengambil gelas, tuk mengambil air yang kami sediakan, juga tho’am, (makanan ringan,) snack, tapi ada juga yang masih membaca alquran, target mereka jelas, sepuluh hari khatam satu alqur’an.
Aku kadang iri melihat para santri yang masih bisa santai mengaji, tapi aku panitia, terlalu banyak tugas dan tanggung jawab, maka aku berinsiatif waktu liburan inilah aku akan mengahatamakan alqur’an, paling tidak satu kali.
…
BULAN PUASA akhirnya tiba, sebuah bulan penuh berkah, dimana-mana selalu dipenuhi dengan berkah dan ampunan, dalam sahur ada pahala, dalam berbuka begitu banyak nikmatnya, juga bulan libur panjang setelah menetap sepuluh hari di pondok. Semua santri pada bergembira menyambutnya, entah apa yang membuat mereka begitu senang, tapi satu hal yang pasti, utlah (libur). Bagi kami tidak hanya mengharap libur pulang di rumah, di pesantren juga bisa dianggap libur, karena semua kegiatan dihentikan, jam sekolah dipendekkan, bahkan ustadnya juga hanya sedikit yang mau mengajar, itu juga yang memiliki keihklasan tertinggi yang mau mengajar sepenuh hati selama bulan puasa. Yang biasa sembunyi-sembunyi tidur di waktu jam pelajaran, saat bulan puasa berani terang-terangan, karena sekarang tidak sendiri, yang lain juga ikutan.
Hari pertama memasuki ramadhan begitu indah rasanya, aku sebagai salah satu panitia penyaji konsumsi buat berbuka mulai sibuk, sore ketika berbuka sibuk, malam ketika tarawih sibuk, aku dan panitia lainnya menanggung amanah yang sangat besar, yaitu menyediakan makanan dan minuman berbuka buat beratus-ratus santri. Belum lagi buat kami sendiri, untungnya dana yang masuk setiap tahunya mencapai lebih dari cukup, jadi sudah pasti, buat buka juga selalu lebih, tapi kami tidak berani mengambil hak-hak itu untuk kepentingan sendiri, kalau di kantor istilahnya korupsi, haram… karena akan di pertanggung jawabkan nantinya, walau kadang ada juga para santri yang berinsiatif dengan menyebut itu tidak haram, melainkan hanya subhat, yang artinya antara halal dan haram tapi mendekati haram, hampir sama kan?...
Memasak air, membikin air syrup, dan membagikannya kepada para santri yang sudah antri buat buka puasa, begitulah tugasku sebagai salah satu panitia. memasak dan membagi kadang tidak menjadi soal, yang sering menjadi soal adalah membikin minuman itu sendiri, apakah manisnya sudah pas, kurang atau terlalu manis, ini yang harus kami perhatikan, maka sebagai pengurus kami mencicipi minuman itu di ujung lidah sebagaimana cara yang diperintahkan rasul, tapi kebiasaan di pondok kami, selang beberapa menit kemudian, ada lagi yang mencoba satu, setelah itu ada lagi, apa tidak cukup satu. Dan aku sebagai salah satu panitia juga tidak mau kalah, harus ikut mencicipi.
Tarawih bersama diimami oleh kaka kelas kami, yang juga masih berstatus sebagai santri. Tapi sudah senior dan dipanggil dengan gelar muallim, kalau aku sekarang hanya sekedar mudabbir, tahun depan pasti jadi muallim juga, dalam tarawih kadang aku lihat dulu siapa imamnya, kalau kawanan peci dan sarung, pasti lama, jadi tarawih malam ini ditunda dulu dengan alasan tugas panitia, tapi kalau imamnya para kawanan netral, pasti pengin cepat juga bawaannya, jadi tarawih malam ini dilaksanakan.
Di pondokku terbagi tiga kelompok, yang pertama kelompok peci dan sarung, yaitu para santri yang suka sekali beribadah, kemana-mana pakai peci setiap bertemu selalu tersenyum dan menyebarkan salam lebih dulu, hapalan alqurannya sudah pasti banyak. Dan yang kedua adalah para broken, ini adalah kelompok dari para santri yang suka sekali melanggar, sholat sering di kamar, ngaji jarang, pakai peci Cuma buat sholat, salam Cuma buat mencari muka, begitulah mereka, dari ciri-ciri sudah pasti, kebanyakan dari mereka tidak berambut, botak. Hapalan mereka sudah pasti jangan ditanya, sedikit. Kalau yang ketiga ini, kelompok netral, menurutku aku termasuk salah satu dari kawanan ini, para santrinya tidak memihak manapun, kalau gabung sama kelompok peci dan sarung, maka ikutan alim, kalau gabung sama kelompok broken, maka ikutan melanggar, tapi sewajarnya. Begitulah ketiga kelompok yang sudah ada turun-temurun sejak dulu.
Seusai tarawih para santri junior berlarian ke kamar mengambil gelas, tuk mengambil air yang kami sediakan, juga tho’am, (makanan ringan,) snack, tapi ada juga yang masih membaca alquran, target mereka jelas, sepuluh hari khatam satu alqur’an.
Aku kadang iri melihat para santri yang masih bisa santai mengaji, tapi aku panitia, terlalu banyak tugas dan tanggung jawab, maka aku berinsiatif waktu liburan inilah aku akan mengahatamakan alqur’an, paling tidak satu kali.
…
hati yang tertolak
Hati yang tertolak …
Asap mengepul keluar dari mulut Andre, sebuah rokok baru menyala, api membakar perlahan cengkeh yang berisi sebuah kehancuran bagi setiap organ yang dimasukinya. Malam ini kembali Andre memutuskan hubungannya dengan salah seorang pacarnya, entah yang keberapa, sudah tak terhitung jumlah perempuan yang sakit hati gara-gara dirinya, yang sendirinya suka sekali memainkan perempuan. Dengan tenangnya dia menghidupkan mobilnya, dan meninggalkan seorang perempuan yang sudah dia putuskan hubungnnya itu di pinggir jalan.
“ BRENGSEK KAU DRE “ bentak perempuan itu dengan linangan air mata, kata-kata kasar terus keluar dari mulutnya, sedangkan sikap dari Andre Cuma acuh tak acuh melambai pergi.
Begitulah cinta, walau pertama sang lelaki yang berusaha mendapatkan hati sang perempuan, berbagai cara dia lakukan, segalanya dia berikan, apapun dia lakukan hanya tuk mendapatkan hati gadis pujaanya, walau sang gadis tak suka, bahkan benci bisa menjadi sayang yang tak terungkap, tapi fakta telah banyak bicara, semakin gadis itu mencintai sang lelaki, semakin lelaki itu berkurang rasa sayangnya. Dan kebanyakan dari akhir percintaan yang tidak suci ini selalu berakhir dengan tangis dan air mata perempuan, karena perempuan berpikir menggunakan perasaan, sedangkan lelaki menggunakan logika yang bisa bosan dengan hal yang sudah terlalu lama dia miliki.
…
“ kau putusi lagi si Siska dre ?” Tanya Boby, salah satu temannya Andre.
Andre mengangguk santai sambil menghisap coca colanya.
“ dasar kau ini, kapan kau berhenti memainkan perempuan ?” Boby mulai menghisap minuman pesanannya.
Andre menoleh “ sampai aku menemukan seseorang yang pas dengan cinta sejatiku “.
“ kalau itu mustahil kawan ?” Zupri tiba-tiba datang dan langsung duduk berhadapan dengan Andre” karena cinta sejati itu tidak ada, dan semua teori sudah menyatakan cinta sejati itu adanya setelah menikah” Zupri teman Andre yang sering dipanggil ustadz, karena masih ada hubungan keluarga maka Andre juga berteman dengannya, kalau tidak ya tidak mungkin Andre yang badung bisa berteman dengan Zupri yang alim.
Andre menatap Zupri, tapi tidak menjawab, Boby berkali-kali menyenggol lengan Andre tuk menjauh, tapi Andre tetap tidak bergeming, Zupri menatap Andre heran, kemudian dia mengikuti arah kemana mata Andre saat ini. Zupri mengangguk mafhum, diisratkannya pada Boby, Boby menengok dan manggut-manggut mafhum. Ternyata pandangan Andre saat ini sedang tertuju pada Aisyah, yang sedang berjalan ke kantin.
“ mangsa baru nih “ goda Boby, dan saat itu baru Andre tersadar.
“ ah ngga, apaan sih lu bob “ Andre tidak mengakui.
“ kalau dia bukan seperti perempuan yang biasa jatuh hati padamu dre, dia anggota rohis, anaknya ustadz subky” tambah Zupri.
Andre masih tidak mengakui apa yang telah dia alami, dengan cepat dia menghisap minumannya dan beranjak pergi meninggalkan Zupri. Di kantin.
…
Tak lama setelah pulang sekolah, Andre datang bertamu ke rumah Zupri, Zupri yang baru saja pulang dari mesjid seusai ashar menerma teman sekaligus kerabar jauhnya itu. Dengan sopan Zupri mempersilahkan Andre masuk ke dalam, tapi Andre menolak, dia lebih suka duduk di luar.
“ ada apa dre ?” Tanya Zupri seraya menyuguhkan teh hangat kepada Andre.
“ ng.. begini “ Andre akhirnya bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi di kantin, kebenarannya tentang perempuan yang bernama Aisyah itu, benar, Andre menyukainya, tapi dilihat dari manapun Aisyah bukanlah tipe perempuan yang mudah atau bahkan mau di ajak berbicara berdua-duan, bahkan pacaran seklaipun. Dengan menggali informasi dari Zupri yang juga anak rohis Andre ingin mengetahui bagaimana caranya tuk mendapatkan perempuan seperti itu. “ kamu pernah pacaran pri ?”.
Zupri menggeleng “ meurutku dre, pacaran itu menyusahkan, tidak halal, apa yang kita kerjakan selalu haram, memandang saja haram, apalagi menyentuh, belum lagi kalau sampai jima. lebih baikkan langsung nikah saja, memandang halal, menyetuh menggugurkan dosa, dan jima dianggap haram juga akan dianggap halal, karena hubungannya sudah halal, maka akan mendapatkan pahala apapun yang dikerjakan, kan kalau hubungannya haram, apapun yang dilakukan pasti haram, tapi kalau hubungannya halal, yang dilakukan juga halal kan”.
Andre garuk-garuk kepala, sudah kesekian kalinya dia diberi nasihat seperti ini oleh Zupri, tapi tetap saja tidak nurut. “ jadi gimana caranya ?”.
“ menurutku lebih baik kamu ikuti kebiasaanya dulu”.
“ maksudmu aku jadi anak rohis gitu, sholat ngaji dan sering ke mesjid gitu “ ungkapnya kesal dan berlalu pergi, Zupri yang ditinggal hanya tersenyum dia balaskan, dia akan tahu apa yang akan dilakukan Andre tidaklah berhasil.
Andre yang tidak kenal menyerah mencoba mendekati dengan caranya sendiri, pertama dia kirimi puisi-puisi cinta, sia-sia tanpa dibaca sedikitpun oleh Aisyah puisi itu menjadi kertas kumal yang berakhir di bak sampah. Andre kemudian mencoba mencari tahu apa yang Aisyah suka, hanya sedikit, dia berikan semua yang Aisyah suka, dibungkusnnya rapi, dikirimnya lewat teman baiknya, Aisyah menerima, ketika ditanya siapa yang memberi dia tolak. Andre mencoba tuk mencari nomor telponnya mencoba tuk menelponnya, awal diangkat, kedua tidak, langsung diputus.
…
Sudah kesekian kali Andre berusaha, tapi tetap saja Aisyah acuh tak acuh padanya, Andre akhirnya menyerah, dia menurut apa yang dikatakan oleh Zupri, dan saat itu di istirahat pertama Andre langsung menuju musholla sekolah, tak tahu apa tujuannya, tak tahu mau sholat apa, yang penting ke mushola dulu, di musholla dia bertemu dengan Zupri yang sedang membaca qur’an.
Andre langsung sholat disamping Zupri, yang ada dipikirannya hanya Aisyah pasti sedang menatapnya saat ini, padahal tidak, Aisyah saat itu berada di perpustakaan. Tapi Andre terus bergelut dengan bacaan yang tak pasti, Zupri yang merasa ada sedikit kesalahan dalam sholat Andre langsung menegur Andre seusai sholat.
“ kamu tadi sholat apa dre ?”.
“ ya sholat…sholat…seperti kamu itu “.
Zupri menggeleng “ sholat kok satu rakaat, minimal itu dua dre, kalau satu itu Cuma witir, itu juga pas malam, sebagai penutup sholat”.
Andre mangguk-mangguk mafhum “ memangnya sholat itu buat apa sih, kan gitu aja “.
“ inna sholata tatanha anil fahsya iwal munkar, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, begitu kan, tapi faedah sholat itu sendiri banyak sekali “ Zupri menjelaskan dengan sabar dan senyuman yang mengambang dibibirnya.
Dan akhirnya Andre mengungkapkan perasaannya untuk menjadi salah satu anggota rohis, Zupri menatap Andre, Zupri sudah paham akan maksud Andre kenapa dia mau berubah total, Zupri mengiyakan, tapi dengan syarat Andre harus bersungguh-sungguh dalam menjalani dan mempelajari agama.
Andre setuju.
…
Perjuangan Andre berlanjut, setiap rapat anggota rohis dia pasit hadir, pengajian hadir, acara agama hadir, tidak pernah sekalipun absen, setiap kali rapat, Andre selalu mendekati Aisyah, Aisyah butuh pulpen langusng dia kasih, segala perhatian terus diberikan Andre. Kemana Aisyah pergi, Andre selalu siap mengantar, tugasnya Aisyah dibantunya, walau berkali-kali Aisyah menolak, tapi Andre tidak. Dan ketika suatu sore seusai acara pengajian yang tersisa hanya Andre dan Aisyah yang sedang membersihkan mesjid, padahal itu adalah tugasnya Aisyah dan mirna, tapi mirna tidak hadir, karena sudah direncanakan olah Andre agar dia bisa berdua dengan Aisyah, dengan tulus dia membantu Aisyah membersihkan mesjid.
“ makasih ya bantuannya “ Aisyah mulai berkata lembut.
Andre cengengesan, dia berbicara dengan Aisyah, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, tapi agak ragu-ragu. “ tapi jangan diketawain ya “
Aisyah mengengguk
“ ajari aku ngaji dong “ Andre tertunduk. Sedang Aisyah berusaha mati-matian menahan tawanya. Mendengar seorang anak SMA belum bisa mengaji. Tapi Aisyah setuju.
Tak lama perjuangan Andre hampir membuahkan hasil, Aisyah kini mulai dekat dengan dirinya, semua pengorbanannya tidak sia-sia, bahkan Aisyah kini mau diajak bicara berdua-dua saja, asal di daerah mesjid, Andre setuju, apa sih yang tidak buat cinta. Dan fakta memang terbukti, walau perempuan itu membenci sang lelaki, tapi dengan jalur yang lama, pengorbanan yang tak kenal balas, dan perhatian yang tulus, pasti perasaan perempuan itu akhirnya luluh, kebanyakan perempuan tidak mencari fisik, tidak mencari kesempurnaan wajah, tidak juga kepintaran otak, yang mereka cari hanyalah kesetiaan, karena kepintaran kadang membuat sang perempuan itu tertipu oleh cintanya.
“ sudah tobat ni teman gue “ Boby terkekeh, setengah mengejek.
“ pasti gara-gara cinta “ tambah Rendi, teman Andre yang lain.
Andre hanya diam menanggapi celotehan temannya yang dia anggap akan melihat hasilnya, hasil yang selama ini mustahil didapat. Wajah angkuhnya yang sudah lama tersimpan kini mulai nampak kembali.
…
Hari ini akan Andre sampaikan niat baiknya itu untuk menjadikan Aisyah pacarnya, dia sudah yakin seratus persen, Aisyah sudah mau diajak makan malam bersama, dan Andre akan menjemputnya malam ini, sebelum itu dia mampir sebentar ke rumahnya Zupri dan berpaspasan ketika Zupri hendak pergi ke mesjid.
“ thankyu ya bro, kalau ngga ada lo, gue ngga bakal jadian ama Aisyah “.
“ iya, tapi ini kan dekat magrib, ngga sholat dulu ?”.
“ ah nanti aja, rumah Aisyahnya jauh, dah dulu ya bro” Andre langung melesat meninggalkan Zupri, Zupri diam menggeleng kepala, azan magrib telah terdengar, perasaan buruk menggerayuti perasaan Zupri.
Andre tiba di rumah Aisyah langsung disambut tatapan tajam oleh ayahnya Aisyah, Ustadz Subki. Andre seraya langsung mencium tangan ayahnya Aisyah.
“ malam om, Aisyahnya ada ?”.
“ kamu siapanya Aisyah ?”
“ saya pacarnya om “ sebuah kalimat yang tidak boleh di dengar oleh sang ustadz.
“ plakk” cap lima jari kini berbekas di pipi Andre, ayahnya Aisyah marah bukan main, mendengar kata pacara saja haram baginya, apalagi anaknya mau di ajak pacaran, dengan tidak hormat, Andre di usir dari rumah Aisyah, dari balik jendela kamarnya Aisyah menatap sedih dan menyesal kenapa dia harus terlena oleh cinta. Dia menangis keras di kamarnya, dan untuk kesekian kalinya perempuan tersakiti oleh cinta, walau tak sampai, tapi cinta itu sudah menetap di hati. dan akan terus di hati, karena luka yang ditorehkan tidak bisa disembuhkan dengan mudah.
Alhamdulillah selesai…
Tanggal 09-09-2010…
Asap mengepul keluar dari mulut Andre, sebuah rokok baru menyala, api membakar perlahan cengkeh yang berisi sebuah kehancuran bagi setiap organ yang dimasukinya. Malam ini kembali Andre memutuskan hubungannya dengan salah seorang pacarnya, entah yang keberapa, sudah tak terhitung jumlah perempuan yang sakit hati gara-gara dirinya, yang sendirinya suka sekali memainkan perempuan. Dengan tenangnya dia menghidupkan mobilnya, dan meninggalkan seorang perempuan yang sudah dia putuskan hubungnnya itu di pinggir jalan.
“ BRENGSEK KAU DRE “ bentak perempuan itu dengan linangan air mata, kata-kata kasar terus keluar dari mulutnya, sedangkan sikap dari Andre Cuma acuh tak acuh melambai pergi.
Begitulah cinta, walau pertama sang lelaki yang berusaha mendapatkan hati sang perempuan, berbagai cara dia lakukan, segalanya dia berikan, apapun dia lakukan hanya tuk mendapatkan hati gadis pujaanya, walau sang gadis tak suka, bahkan benci bisa menjadi sayang yang tak terungkap, tapi fakta telah banyak bicara, semakin gadis itu mencintai sang lelaki, semakin lelaki itu berkurang rasa sayangnya. Dan kebanyakan dari akhir percintaan yang tidak suci ini selalu berakhir dengan tangis dan air mata perempuan, karena perempuan berpikir menggunakan perasaan, sedangkan lelaki menggunakan logika yang bisa bosan dengan hal yang sudah terlalu lama dia miliki.
…
“ kau putusi lagi si Siska dre ?” Tanya Boby, salah satu temannya Andre.
Andre mengangguk santai sambil menghisap coca colanya.
“ dasar kau ini, kapan kau berhenti memainkan perempuan ?” Boby mulai menghisap minuman pesanannya.
Andre menoleh “ sampai aku menemukan seseorang yang pas dengan cinta sejatiku “.
“ kalau itu mustahil kawan ?” Zupri tiba-tiba datang dan langsung duduk berhadapan dengan Andre” karena cinta sejati itu tidak ada, dan semua teori sudah menyatakan cinta sejati itu adanya setelah menikah” Zupri teman Andre yang sering dipanggil ustadz, karena masih ada hubungan keluarga maka Andre juga berteman dengannya, kalau tidak ya tidak mungkin Andre yang badung bisa berteman dengan Zupri yang alim.
Andre menatap Zupri, tapi tidak menjawab, Boby berkali-kali menyenggol lengan Andre tuk menjauh, tapi Andre tetap tidak bergeming, Zupri menatap Andre heran, kemudian dia mengikuti arah kemana mata Andre saat ini. Zupri mengangguk mafhum, diisratkannya pada Boby, Boby menengok dan manggut-manggut mafhum. Ternyata pandangan Andre saat ini sedang tertuju pada Aisyah, yang sedang berjalan ke kantin.
“ mangsa baru nih “ goda Boby, dan saat itu baru Andre tersadar.
“ ah ngga, apaan sih lu bob “ Andre tidak mengakui.
“ kalau dia bukan seperti perempuan yang biasa jatuh hati padamu dre, dia anggota rohis, anaknya ustadz subky” tambah Zupri.
Andre masih tidak mengakui apa yang telah dia alami, dengan cepat dia menghisap minumannya dan beranjak pergi meninggalkan Zupri. Di kantin.
…
Tak lama setelah pulang sekolah, Andre datang bertamu ke rumah Zupri, Zupri yang baru saja pulang dari mesjid seusai ashar menerma teman sekaligus kerabar jauhnya itu. Dengan sopan Zupri mempersilahkan Andre masuk ke dalam, tapi Andre menolak, dia lebih suka duduk di luar.
“ ada apa dre ?” Tanya Zupri seraya menyuguhkan teh hangat kepada Andre.
“ ng.. begini “ Andre akhirnya bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi di kantin, kebenarannya tentang perempuan yang bernama Aisyah itu, benar, Andre menyukainya, tapi dilihat dari manapun Aisyah bukanlah tipe perempuan yang mudah atau bahkan mau di ajak berbicara berdua-duan, bahkan pacaran seklaipun. Dengan menggali informasi dari Zupri yang juga anak rohis Andre ingin mengetahui bagaimana caranya tuk mendapatkan perempuan seperti itu. “ kamu pernah pacaran pri ?”.
Zupri menggeleng “ meurutku dre, pacaran itu menyusahkan, tidak halal, apa yang kita kerjakan selalu haram, memandang saja haram, apalagi menyentuh, belum lagi kalau sampai jima. lebih baikkan langsung nikah saja, memandang halal, menyetuh menggugurkan dosa, dan jima dianggap haram juga akan dianggap halal, karena hubungannya sudah halal, maka akan mendapatkan pahala apapun yang dikerjakan, kan kalau hubungannya haram, apapun yang dilakukan pasti haram, tapi kalau hubungannya halal, yang dilakukan juga halal kan”.
Andre garuk-garuk kepala, sudah kesekian kalinya dia diberi nasihat seperti ini oleh Zupri, tapi tetap saja tidak nurut. “ jadi gimana caranya ?”.
“ menurutku lebih baik kamu ikuti kebiasaanya dulu”.
“ maksudmu aku jadi anak rohis gitu, sholat ngaji dan sering ke mesjid gitu “ ungkapnya kesal dan berlalu pergi, Zupri yang ditinggal hanya tersenyum dia balaskan, dia akan tahu apa yang akan dilakukan Andre tidaklah berhasil.
Andre yang tidak kenal menyerah mencoba mendekati dengan caranya sendiri, pertama dia kirimi puisi-puisi cinta, sia-sia tanpa dibaca sedikitpun oleh Aisyah puisi itu menjadi kertas kumal yang berakhir di bak sampah. Andre kemudian mencoba mencari tahu apa yang Aisyah suka, hanya sedikit, dia berikan semua yang Aisyah suka, dibungkusnnya rapi, dikirimnya lewat teman baiknya, Aisyah menerima, ketika ditanya siapa yang memberi dia tolak. Andre mencoba tuk mencari nomor telponnya mencoba tuk menelponnya, awal diangkat, kedua tidak, langsung diputus.
…
Sudah kesekian kali Andre berusaha, tapi tetap saja Aisyah acuh tak acuh padanya, Andre akhirnya menyerah, dia menurut apa yang dikatakan oleh Zupri, dan saat itu di istirahat pertama Andre langsung menuju musholla sekolah, tak tahu apa tujuannya, tak tahu mau sholat apa, yang penting ke mushola dulu, di musholla dia bertemu dengan Zupri yang sedang membaca qur’an.
Andre langsung sholat disamping Zupri, yang ada dipikirannya hanya Aisyah pasti sedang menatapnya saat ini, padahal tidak, Aisyah saat itu berada di perpustakaan. Tapi Andre terus bergelut dengan bacaan yang tak pasti, Zupri yang merasa ada sedikit kesalahan dalam sholat Andre langsung menegur Andre seusai sholat.
“ kamu tadi sholat apa dre ?”.
“ ya sholat…sholat…seperti kamu itu “.
Zupri menggeleng “ sholat kok satu rakaat, minimal itu dua dre, kalau satu itu Cuma witir, itu juga pas malam, sebagai penutup sholat”.
Andre mangguk-mangguk mafhum “ memangnya sholat itu buat apa sih, kan gitu aja “.
“ inna sholata tatanha anil fahsya iwal munkar, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, begitu kan, tapi faedah sholat itu sendiri banyak sekali “ Zupri menjelaskan dengan sabar dan senyuman yang mengambang dibibirnya.
Dan akhirnya Andre mengungkapkan perasaannya untuk menjadi salah satu anggota rohis, Zupri menatap Andre, Zupri sudah paham akan maksud Andre kenapa dia mau berubah total, Zupri mengiyakan, tapi dengan syarat Andre harus bersungguh-sungguh dalam menjalani dan mempelajari agama.
Andre setuju.
…
Perjuangan Andre berlanjut, setiap rapat anggota rohis dia pasit hadir, pengajian hadir, acara agama hadir, tidak pernah sekalipun absen, setiap kali rapat, Andre selalu mendekati Aisyah, Aisyah butuh pulpen langusng dia kasih, segala perhatian terus diberikan Andre. Kemana Aisyah pergi, Andre selalu siap mengantar, tugasnya Aisyah dibantunya, walau berkali-kali Aisyah menolak, tapi Andre tidak. Dan ketika suatu sore seusai acara pengajian yang tersisa hanya Andre dan Aisyah yang sedang membersihkan mesjid, padahal itu adalah tugasnya Aisyah dan mirna, tapi mirna tidak hadir, karena sudah direncanakan olah Andre agar dia bisa berdua dengan Aisyah, dengan tulus dia membantu Aisyah membersihkan mesjid.
“ makasih ya bantuannya “ Aisyah mulai berkata lembut.
Andre cengengesan, dia berbicara dengan Aisyah, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, tapi agak ragu-ragu. “ tapi jangan diketawain ya “
Aisyah mengengguk
“ ajari aku ngaji dong “ Andre tertunduk. Sedang Aisyah berusaha mati-matian menahan tawanya. Mendengar seorang anak SMA belum bisa mengaji. Tapi Aisyah setuju.
Tak lama perjuangan Andre hampir membuahkan hasil, Aisyah kini mulai dekat dengan dirinya, semua pengorbanannya tidak sia-sia, bahkan Aisyah kini mau diajak bicara berdua-dua saja, asal di daerah mesjid, Andre setuju, apa sih yang tidak buat cinta. Dan fakta memang terbukti, walau perempuan itu membenci sang lelaki, tapi dengan jalur yang lama, pengorbanan yang tak kenal balas, dan perhatian yang tulus, pasti perasaan perempuan itu akhirnya luluh, kebanyakan perempuan tidak mencari fisik, tidak mencari kesempurnaan wajah, tidak juga kepintaran otak, yang mereka cari hanyalah kesetiaan, karena kepintaran kadang membuat sang perempuan itu tertipu oleh cintanya.
“ sudah tobat ni teman gue “ Boby terkekeh, setengah mengejek.
“ pasti gara-gara cinta “ tambah Rendi, teman Andre yang lain.
Andre hanya diam menanggapi celotehan temannya yang dia anggap akan melihat hasilnya, hasil yang selama ini mustahil didapat. Wajah angkuhnya yang sudah lama tersimpan kini mulai nampak kembali.
…
Hari ini akan Andre sampaikan niat baiknya itu untuk menjadikan Aisyah pacarnya, dia sudah yakin seratus persen, Aisyah sudah mau diajak makan malam bersama, dan Andre akan menjemputnya malam ini, sebelum itu dia mampir sebentar ke rumahnya Zupri dan berpaspasan ketika Zupri hendak pergi ke mesjid.
“ thankyu ya bro, kalau ngga ada lo, gue ngga bakal jadian ama Aisyah “.
“ iya, tapi ini kan dekat magrib, ngga sholat dulu ?”.
“ ah nanti aja, rumah Aisyahnya jauh, dah dulu ya bro” Andre langung melesat meninggalkan Zupri, Zupri diam menggeleng kepala, azan magrib telah terdengar, perasaan buruk menggerayuti perasaan Zupri.
Andre tiba di rumah Aisyah langsung disambut tatapan tajam oleh ayahnya Aisyah, Ustadz Subki. Andre seraya langsung mencium tangan ayahnya Aisyah.
“ malam om, Aisyahnya ada ?”.
“ kamu siapanya Aisyah ?”
“ saya pacarnya om “ sebuah kalimat yang tidak boleh di dengar oleh sang ustadz.
“ plakk” cap lima jari kini berbekas di pipi Andre, ayahnya Aisyah marah bukan main, mendengar kata pacara saja haram baginya, apalagi anaknya mau di ajak pacaran, dengan tidak hormat, Andre di usir dari rumah Aisyah, dari balik jendela kamarnya Aisyah menatap sedih dan menyesal kenapa dia harus terlena oleh cinta. Dia menangis keras di kamarnya, dan untuk kesekian kalinya perempuan tersakiti oleh cinta, walau tak sampai, tapi cinta itu sudah menetap di hati. dan akan terus di hati, karena luka yang ditorehkan tidak bisa disembuhkan dengan mudah.
Alhamdulillah selesai…
Tanggal 09-09-2010…
hati yang tertolak
Hati yang tertolak …
Asap mengepul keluar dari mulut Andre, sebuah rokok baru menyala, api membakar perlahan cengkeh yang berisi sebuah kehancuran bagi setiap organ yang dimasukinya. Malam ini kembali Andre memutuskan hubungannya dengan salah seorang pacarnya, entah yang keberapa, sudah tak terhitung jumlah perempuan yang sakit hati gara-gara dirinya, yang sendirinya suka sekali memainkan perempuan. Dengan tenangnya dia menghidupkan mobilnya, dan meninggalkan seorang perempuan yang sudah dia putuskan hubungnnya itu di pinggir jalan.
“ BRENGSEK KAU DRE “ bentak perempuan itu dengan linangan air mata, kata-kata kasar terus keluar dari mulutnya, sedangkan sikap dari Andre Cuma acuh tak acuh melambai pergi.
Begitulah cinta, walau pertama sang lelaki yang berusaha mendapatkan hati sang perempuan, berbagai cara dia lakukan, segalanya dia berikan, apapun dia lakukan hanya tuk mendapatkan hati gadis pujaanya, walau sang gadis tak suka, bahkan benci bisa menjadi sayang yang tak terungkap, tapi fakta telah banyak bicara, semakin gadis itu mencintai sang lelaki, semakin lelaki itu berkurang rasa sayangnya. Dan kebanyakan dari akhir percintaan yang tidak suci ini selalu berakhir dengan tangis dan air mata perempuan, karena perempuan berpikir menggunakan perasaan, sedangkan lelaki menggunakan logika yang bisa bosan dengan hal yang sudah terlalu lama dia miliki.
…
“ kau putusi lagi si Siska dre ?” Tanya Boby, salah satu temannya Andre.
Andre mengangguk santai sambil menghisap coca colanya.
“ dasar kau ini, kapan kau berhenti memainkan perempuan ?” Boby mulai menghisap minuman pesanannya.
Andre menoleh “ sampai aku menemukan seseorang yang pas dengan cinta sejatiku “.
“ kalau itu mustahil kawan ?” Zupri tiba-tiba datang dan langsung duduk berhadapan dengan Andre” karena cinta sejati itu tidak ada, dan semua teori sudah menyatakan cinta sejati itu adanya setelah menikah” Zupri teman Andre yang sering dipanggil ustadz, karena masih ada hubungan keluarga maka Andre juga berteman dengannya, kalau tidak ya tidak mungkin Andre yang badung bisa berteman dengan Zupri yang alim.
Andre menatap Zupri, tapi tidak menjawab, Boby berkali-kali menyenggol lengan Andre tuk menjauh, tapi Andre tetap tidak bergeming, Zupri menatap Andre heran, kemudian dia mengikuti arah kemana mata Andre saat ini. Zupri mengangguk mafhum, diisratkannya pada Boby, Boby menengok dan manggut-manggut mafhum. Ternyata pandangan Andre saat ini sedang tertuju pada Aisyah, yang sedang berjalan ke kantin.
“ mangsa baru nih “ goda Boby, dan saat itu baru Andre tersadar.
“ ah ngga, apaan sih lu bob “ Andre tidak mengakui.
“ kalau dia bukan seperti perempuan yang biasa jatuh hati padamu dre, dia anggota rohis, anaknya ustadz subky” tambah Zupri.
Andre masih tidak mengakui apa yang telah dia alami, dengan cepat dia menghisap minumannya dan beranjak pergi meninggalkan Zupri. Di kantin.
…
Tak lama setelah pulang sekolah, Andre datang bertamu ke rumah Zupri, Zupri yang baru saja pulang dari mesjid seusai ashar menerma teman sekaligus kerabar jauhnya itu. Dengan sopan Zupri mempersilahkan Andre masuk ke dalam, tapi Andre menolak, dia lebih suka duduk di luar.
“ ada apa dre ?” Tanya Zupri seraya menyuguhkan teh hangat kepada Andre.
“ ng.. begini “ Andre akhirnya bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi di kantin, kebenarannya tentang perempuan yang bernama Aisyah itu, benar, Andre menyukainya, tapi dilihat dari manapun Aisyah bukanlah tipe perempuan yang mudah atau bahkan mau di ajak berbicara berdua-duan, bahkan pacaran seklaipun. Dengan menggali informasi dari Zupri yang juga anak rohis Andre ingin mengetahui bagaimana caranya tuk mendapatkan perempuan seperti itu. “ kamu pernah pacaran pri ?”.
Zupri menggeleng “ meurutku dre, pacaran itu menyusahkan, tidak halal, apa yang kita kerjakan selalu haram, memandang saja haram, apalagi menyentuh, belum lagi kalau sampai jima. lebih baikkan langsung nikah saja, memandang halal, menyetuh menggugurkan dosa, dan jima dianggap haram juga akan dianggap halal, karena hubungannya sudah halal, maka akan mendapatkan pahala apapun yang dikerjakan, kan kalau hubungannya haram, apapun yang dilakukan pasti haram, tapi kalau hubungannya halal, yang dilakukan juga halal kan”.
Andre garuk-garuk kepala, sudah kesekian kalinya dia diberi nasihat seperti ini oleh Zupri, tapi tetap saja tidak nurut. “ jadi gimana caranya ?”.
“ menurutku lebih baik kamu ikuti kebiasaanya dulu”.
“ maksudmu aku jadi anak rohis gitu, sholat ngaji dan sering ke mesjid gitu “ ungkapnya kesal dan berlalu pergi, Zupri yang ditinggal hanya tersenyum dia balaskan, dia akan tahu apa yang akan dilakukan Andre tidaklah berhasil.
Andre yang tidak kenal menyerah mencoba mendekati dengan caranya sendiri, pertama dia kirimi puisi-puisi cinta, sia-sia tanpa dibaca sedikitpun oleh Aisyah puisi itu menjadi kertas kumal yang berakhir di bak sampah. Andre kemudian mencoba mencari tahu apa yang Aisyah suka, hanya sedikit, dia berikan semua yang Aisyah suka, dibungkusnnya rapi, dikirimnya lewat teman baiknya, Aisyah menerima, ketika ditanya siapa yang memberi dia tolak. Andre mencoba tuk mencari nomor telponnya mencoba tuk menelponnya, awal diangkat, kedua tidak, langsung diputus.
…
Sudah kesekian kali Andre berusaha, tapi tetap saja Aisyah acuh tak acuh padanya, Andre akhirnya menyerah, dia menurut apa yang dikatakan oleh Zupri, dan saat itu di istirahat pertama Andre langsung menuju musholla sekolah, tak tahu apa tujuannya, tak tahu mau sholat apa, yang penting ke mushola dulu, di musholla dia bertemu dengan Zupri yang sedang membaca qur’an.
Andre langsung sholat disamping Zupri, yang ada dipikirannya hanya Aisyah pasti sedang menatapnya saat ini, padahal tidak, Aisyah saat itu berada di perpustakaan. Tapi Andre terus bergelut dengan bacaan yang tak pasti, Zupri yang merasa ada sedikit kesalahan dalam sholat Andre langsung menegur Andre seusai sholat.
“ kamu tadi sholat apa dre ?”.
“ ya sholat…sholat…seperti kamu itu “.
Zupri menggeleng “ sholat kok satu rakaat, minimal itu dua dre, kalau satu itu Cuma witir, itu juga pas malam, sebagai penutup sholat”.
Andre mangguk-mangguk mafhum “ memangnya sholat itu buat apa sih, kan gitu aja “.
“ inna sholata tatanha anil fahsya iwal munkar, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, begitu kan, tapi faedah sholat itu sendiri banyak sekali “ Zupri menjelaskan dengan sabar dan senyuman yang mengambang dibibirnya.
Dan akhirnya Andre mengungkapkan perasaannya untuk menjadi salah satu anggota rohis, Zupri menatap Andre, Zupri sudah paham akan maksud Andre kenapa dia mau berubah total, Zupri mengiyakan, tapi dengan syarat Andre harus bersungguh-sungguh dalam menjalani dan mempelajari agama.
Andre setuju.
…
Perjuangan Andre berlanjut, setiap rapat anggota rohis dia pasit hadir, pengajian hadir, acara agama hadir, tidak pernah sekalipun absen, setiap kali rapat, Andre selalu mendekati Aisyah, Aisyah butuh pulpen langusng dia kasih, segala perhatian terus diberikan Andre. Kemana Aisyah pergi, Andre selalu siap mengantar, tugasnya Aisyah dibantunya, walau berkali-kali Aisyah menolak, tapi Andre tidak. Dan ketika suatu sore seusai acara pengajian yang tersisa hanya Andre dan Aisyah yang sedang membersihkan mesjid, padahal itu adalah tugasnya Aisyah dan mirna, tapi mirna tidak hadir, karena sudah direncanakan olah Andre agar dia bisa berdua dengan Aisyah, dengan tulus dia membantu Aisyah membersihkan mesjid.
“ makasih ya bantuannya “ Aisyah mulai berkata lembut.
Andre cengengesan, dia berbicara dengan Aisyah, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, tapi agak ragu-ragu. “ tapi jangan diketawain ya “
Aisyah mengengguk
“ ajari aku ngaji dong “ Andre tertunduk. Sedang Aisyah berusaha mati-matian menahan tawanya. Mendengar seorang anak SMA belum bisa mengaji. Tapi Aisyah setuju.
Tak lama perjuangan Andre hampir membuahkan hasil, Aisyah kini mulai dekat dengan dirinya, semua pengorbanannya tidak sia-sia, bahkan Aisyah kini mau diajak bicara berdua-dua saja, asal di daerah mesjid, Andre setuju, apa sih yang tidak buat cinta. Dan fakta memang terbukti, walau perempuan itu membenci sang lelaki, tapi dengan jalur yang lama, pengorbanan yang tak kenal balas, dan perhatian yang tulus, pasti perasaan perempuan itu akhirnya luluh, kebanyakan perempuan tidak mencari fisik, tidak mencari kesempurnaan wajah, tidak juga kepintaran otak, yang mereka cari hanyalah kesetiaan, karena kepintaran kadang membuat sang perempuan itu tertipu oleh cintanya.
“ sudah tobat ni teman gue “ Boby terkekeh, setengah mengejek.
“ pasti gara-gara cinta “ tambah Rendi, teman Andre yang lain.
Andre hanya diam menanggapi celotehan temannya yang dia anggap akan melihat hasilnya, hasil yang selama ini mustahil didapat. Wajah angkuhnya yang sudah lama tersimpan kini mulai nampak kembali.
…
Hari ini akan Andre sampaikan niat baiknya itu untuk menjadikan Aisyah pacarnya, dia sudah yakin seratus persen, Aisyah sudah mau diajak makan malam bersama, dan Andre akan menjemputnya malam ini, sebelum itu dia mampir sebentar ke rumahnya Zupri dan berpaspasan ketika Zupri hendak pergi ke mesjid.
“ thankyu ya bro, kalau ngga ada lo, gue ngga bakal jadian ama Aisyah “.
“ iya, tapi ini kan dekat magrib, ngga sholat dulu ?”.
“ ah nanti aja, rumah Aisyahnya jauh, dah dulu ya bro” Andre langung melesat meninggalkan Zupri, Zupri diam menggeleng kepala, azan magrib telah terdengar, perasaan buruk menggerayuti perasaan Zupri.
Andre tiba di rumah Aisyah langsung disambut tatapan tajam oleh ayahnya Aisyah, Ustadz Subki. Andre seraya langsung mencium tangan ayahnya Aisyah.
“ malam om, Aisyahnya ada ?”.
“ kamu siapanya Aisyah ?”
“ saya pacarnya om “ sebuah kalimat yang tidak boleh di dengar oleh sang ustadz.
“ plakk” cap lima jari kini berbekas di pipi Andre, ayahnya Aisyah marah bukan main, mendengar kata pacara saja haram baginya, apalagi anaknya mau di ajak pacaran, dengan tidak hormat, Andre di usir dari rumah Aisyah, dari balik jendela kamarnya Aisyah menatap sedih dan menyesal kenapa dia harus terlena oleh cinta. Dia menangis keras di kamarnya, dan untuk kesekian kalinya perempuan tersakiti oleh cinta, walau tak sampai, tapi cinta itu sudah menetap di hati. dan akan terus di hati, karena luka yang ditorehkan tidak bisa disembuhkan dengan mudah.
Alhamdulillah selesai…
Tanggal 09-09-2010…
Asap mengepul keluar dari mulut Andre, sebuah rokok baru menyala, api membakar perlahan cengkeh yang berisi sebuah kehancuran bagi setiap organ yang dimasukinya. Malam ini kembali Andre memutuskan hubungannya dengan salah seorang pacarnya, entah yang keberapa, sudah tak terhitung jumlah perempuan yang sakit hati gara-gara dirinya, yang sendirinya suka sekali memainkan perempuan. Dengan tenangnya dia menghidupkan mobilnya, dan meninggalkan seorang perempuan yang sudah dia putuskan hubungnnya itu di pinggir jalan.
“ BRENGSEK KAU DRE “ bentak perempuan itu dengan linangan air mata, kata-kata kasar terus keluar dari mulutnya, sedangkan sikap dari Andre Cuma acuh tak acuh melambai pergi.
Begitulah cinta, walau pertama sang lelaki yang berusaha mendapatkan hati sang perempuan, berbagai cara dia lakukan, segalanya dia berikan, apapun dia lakukan hanya tuk mendapatkan hati gadis pujaanya, walau sang gadis tak suka, bahkan benci bisa menjadi sayang yang tak terungkap, tapi fakta telah banyak bicara, semakin gadis itu mencintai sang lelaki, semakin lelaki itu berkurang rasa sayangnya. Dan kebanyakan dari akhir percintaan yang tidak suci ini selalu berakhir dengan tangis dan air mata perempuan, karena perempuan berpikir menggunakan perasaan, sedangkan lelaki menggunakan logika yang bisa bosan dengan hal yang sudah terlalu lama dia miliki.
…
“ kau putusi lagi si Siska dre ?” Tanya Boby, salah satu temannya Andre.
Andre mengangguk santai sambil menghisap coca colanya.
“ dasar kau ini, kapan kau berhenti memainkan perempuan ?” Boby mulai menghisap minuman pesanannya.
Andre menoleh “ sampai aku menemukan seseorang yang pas dengan cinta sejatiku “.
“ kalau itu mustahil kawan ?” Zupri tiba-tiba datang dan langsung duduk berhadapan dengan Andre” karena cinta sejati itu tidak ada, dan semua teori sudah menyatakan cinta sejati itu adanya setelah menikah” Zupri teman Andre yang sering dipanggil ustadz, karena masih ada hubungan keluarga maka Andre juga berteman dengannya, kalau tidak ya tidak mungkin Andre yang badung bisa berteman dengan Zupri yang alim.
Andre menatap Zupri, tapi tidak menjawab, Boby berkali-kali menyenggol lengan Andre tuk menjauh, tapi Andre tetap tidak bergeming, Zupri menatap Andre heran, kemudian dia mengikuti arah kemana mata Andre saat ini. Zupri mengangguk mafhum, diisratkannya pada Boby, Boby menengok dan manggut-manggut mafhum. Ternyata pandangan Andre saat ini sedang tertuju pada Aisyah, yang sedang berjalan ke kantin.
“ mangsa baru nih “ goda Boby, dan saat itu baru Andre tersadar.
“ ah ngga, apaan sih lu bob “ Andre tidak mengakui.
“ kalau dia bukan seperti perempuan yang biasa jatuh hati padamu dre, dia anggota rohis, anaknya ustadz subky” tambah Zupri.
Andre masih tidak mengakui apa yang telah dia alami, dengan cepat dia menghisap minumannya dan beranjak pergi meninggalkan Zupri. Di kantin.
…
Tak lama setelah pulang sekolah, Andre datang bertamu ke rumah Zupri, Zupri yang baru saja pulang dari mesjid seusai ashar menerma teman sekaligus kerabar jauhnya itu. Dengan sopan Zupri mempersilahkan Andre masuk ke dalam, tapi Andre menolak, dia lebih suka duduk di luar.
“ ada apa dre ?” Tanya Zupri seraya menyuguhkan teh hangat kepada Andre.
“ ng.. begini “ Andre akhirnya bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi di kantin, kebenarannya tentang perempuan yang bernama Aisyah itu, benar, Andre menyukainya, tapi dilihat dari manapun Aisyah bukanlah tipe perempuan yang mudah atau bahkan mau di ajak berbicara berdua-duan, bahkan pacaran seklaipun. Dengan menggali informasi dari Zupri yang juga anak rohis Andre ingin mengetahui bagaimana caranya tuk mendapatkan perempuan seperti itu. “ kamu pernah pacaran pri ?”.
Zupri menggeleng “ meurutku dre, pacaran itu menyusahkan, tidak halal, apa yang kita kerjakan selalu haram, memandang saja haram, apalagi menyentuh, belum lagi kalau sampai jima. lebih baikkan langsung nikah saja, memandang halal, menyetuh menggugurkan dosa, dan jima dianggap haram juga akan dianggap halal, karena hubungannya sudah halal, maka akan mendapatkan pahala apapun yang dikerjakan, kan kalau hubungannya haram, apapun yang dilakukan pasti haram, tapi kalau hubungannya halal, yang dilakukan juga halal kan”.
Andre garuk-garuk kepala, sudah kesekian kalinya dia diberi nasihat seperti ini oleh Zupri, tapi tetap saja tidak nurut. “ jadi gimana caranya ?”.
“ menurutku lebih baik kamu ikuti kebiasaanya dulu”.
“ maksudmu aku jadi anak rohis gitu, sholat ngaji dan sering ke mesjid gitu “ ungkapnya kesal dan berlalu pergi, Zupri yang ditinggal hanya tersenyum dia balaskan, dia akan tahu apa yang akan dilakukan Andre tidaklah berhasil.
Andre yang tidak kenal menyerah mencoba mendekati dengan caranya sendiri, pertama dia kirimi puisi-puisi cinta, sia-sia tanpa dibaca sedikitpun oleh Aisyah puisi itu menjadi kertas kumal yang berakhir di bak sampah. Andre kemudian mencoba mencari tahu apa yang Aisyah suka, hanya sedikit, dia berikan semua yang Aisyah suka, dibungkusnnya rapi, dikirimnya lewat teman baiknya, Aisyah menerima, ketika ditanya siapa yang memberi dia tolak. Andre mencoba tuk mencari nomor telponnya mencoba tuk menelponnya, awal diangkat, kedua tidak, langsung diputus.
…
Sudah kesekian kali Andre berusaha, tapi tetap saja Aisyah acuh tak acuh padanya, Andre akhirnya menyerah, dia menurut apa yang dikatakan oleh Zupri, dan saat itu di istirahat pertama Andre langsung menuju musholla sekolah, tak tahu apa tujuannya, tak tahu mau sholat apa, yang penting ke mushola dulu, di musholla dia bertemu dengan Zupri yang sedang membaca qur’an.
Andre langsung sholat disamping Zupri, yang ada dipikirannya hanya Aisyah pasti sedang menatapnya saat ini, padahal tidak, Aisyah saat itu berada di perpustakaan. Tapi Andre terus bergelut dengan bacaan yang tak pasti, Zupri yang merasa ada sedikit kesalahan dalam sholat Andre langsung menegur Andre seusai sholat.
“ kamu tadi sholat apa dre ?”.
“ ya sholat…sholat…seperti kamu itu “.
Zupri menggeleng “ sholat kok satu rakaat, minimal itu dua dre, kalau satu itu Cuma witir, itu juga pas malam, sebagai penutup sholat”.
Andre mangguk-mangguk mafhum “ memangnya sholat itu buat apa sih, kan gitu aja “.
“ inna sholata tatanha anil fahsya iwal munkar, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, begitu kan, tapi faedah sholat itu sendiri banyak sekali “ Zupri menjelaskan dengan sabar dan senyuman yang mengambang dibibirnya.
Dan akhirnya Andre mengungkapkan perasaannya untuk menjadi salah satu anggota rohis, Zupri menatap Andre, Zupri sudah paham akan maksud Andre kenapa dia mau berubah total, Zupri mengiyakan, tapi dengan syarat Andre harus bersungguh-sungguh dalam menjalani dan mempelajari agama.
Andre setuju.
…
Perjuangan Andre berlanjut, setiap rapat anggota rohis dia pasit hadir, pengajian hadir, acara agama hadir, tidak pernah sekalipun absen, setiap kali rapat, Andre selalu mendekati Aisyah, Aisyah butuh pulpen langusng dia kasih, segala perhatian terus diberikan Andre. Kemana Aisyah pergi, Andre selalu siap mengantar, tugasnya Aisyah dibantunya, walau berkali-kali Aisyah menolak, tapi Andre tidak. Dan ketika suatu sore seusai acara pengajian yang tersisa hanya Andre dan Aisyah yang sedang membersihkan mesjid, padahal itu adalah tugasnya Aisyah dan mirna, tapi mirna tidak hadir, karena sudah direncanakan olah Andre agar dia bisa berdua dengan Aisyah, dengan tulus dia membantu Aisyah membersihkan mesjid.
“ makasih ya bantuannya “ Aisyah mulai berkata lembut.
Andre cengengesan, dia berbicara dengan Aisyah, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, tapi agak ragu-ragu. “ tapi jangan diketawain ya “
Aisyah mengengguk
“ ajari aku ngaji dong “ Andre tertunduk. Sedang Aisyah berusaha mati-matian menahan tawanya. Mendengar seorang anak SMA belum bisa mengaji. Tapi Aisyah setuju.
Tak lama perjuangan Andre hampir membuahkan hasil, Aisyah kini mulai dekat dengan dirinya, semua pengorbanannya tidak sia-sia, bahkan Aisyah kini mau diajak bicara berdua-dua saja, asal di daerah mesjid, Andre setuju, apa sih yang tidak buat cinta. Dan fakta memang terbukti, walau perempuan itu membenci sang lelaki, tapi dengan jalur yang lama, pengorbanan yang tak kenal balas, dan perhatian yang tulus, pasti perasaan perempuan itu akhirnya luluh, kebanyakan perempuan tidak mencari fisik, tidak mencari kesempurnaan wajah, tidak juga kepintaran otak, yang mereka cari hanyalah kesetiaan, karena kepintaran kadang membuat sang perempuan itu tertipu oleh cintanya.
“ sudah tobat ni teman gue “ Boby terkekeh, setengah mengejek.
“ pasti gara-gara cinta “ tambah Rendi, teman Andre yang lain.
Andre hanya diam menanggapi celotehan temannya yang dia anggap akan melihat hasilnya, hasil yang selama ini mustahil didapat. Wajah angkuhnya yang sudah lama tersimpan kini mulai nampak kembali.
…
Hari ini akan Andre sampaikan niat baiknya itu untuk menjadikan Aisyah pacarnya, dia sudah yakin seratus persen, Aisyah sudah mau diajak makan malam bersama, dan Andre akan menjemputnya malam ini, sebelum itu dia mampir sebentar ke rumahnya Zupri dan berpaspasan ketika Zupri hendak pergi ke mesjid.
“ thankyu ya bro, kalau ngga ada lo, gue ngga bakal jadian ama Aisyah “.
“ iya, tapi ini kan dekat magrib, ngga sholat dulu ?”.
“ ah nanti aja, rumah Aisyahnya jauh, dah dulu ya bro” Andre langung melesat meninggalkan Zupri, Zupri diam menggeleng kepala, azan magrib telah terdengar, perasaan buruk menggerayuti perasaan Zupri.
Andre tiba di rumah Aisyah langsung disambut tatapan tajam oleh ayahnya Aisyah, Ustadz Subki. Andre seraya langsung mencium tangan ayahnya Aisyah.
“ malam om, Aisyahnya ada ?”.
“ kamu siapanya Aisyah ?”
“ saya pacarnya om “ sebuah kalimat yang tidak boleh di dengar oleh sang ustadz.
“ plakk” cap lima jari kini berbekas di pipi Andre, ayahnya Aisyah marah bukan main, mendengar kata pacara saja haram baginya, apalagi anaknya mau di ajak pacaran, dengan tidak hormat, Andre di usir dari rumah Aisyah, dari balik jendela kamarnya Aisyah menatap sedih dan menyesal kenapa dia harus terlena oleh cinta. Dia menangis keras di kamarnya, dan untuk kesekian kalinya perempuan tersakiti oleh cinta, walau tak sampai, tapi cinta itu sudah menetap di hati. dan akan terus di hati, karena luka yang ditorehkan tidak bisa disembuhkan dengan mudah.
Alhamdulillah selesai…
Tanggal 09-09-2010…
surat kematian
Surat kematian…
SURAT ITU sudah dua hari terletak di meja Pak Slamet, sudah dua hari tak terbaca dan tak tersentuh sama sekali, surat itu berada di tumpukan yang berbeda dari surat-surat lainnya, dengan amplop yang berwarna merah, tanpa perangko, tanpa pengirim dan tanpa inisial yang jelas. Surat-surat lainnya pun begitu, surat rakyat atau suara rakyat, yang hanya di taruh di meja dan di buang setelah lama di atas meja tanpa di baca sedikitpun.
Di depan meja Pak Slamet bertuliskan “ untuk rakyat “ yang ternyata hasilnya “ semua milik rakyat untuk dirinya “, slogan-slogan yang sering ditemui orang di setiap meja wakil rakyat, tapi dengan kenyataan yang tak merakyat.
Hidup sekehendak perutnya, Pak Slamet memilintir-milintir kumisnya sambil memegang perutnya yang buncit, sepiring mie goreng telah habis disantapnya, sebuah minuman dingin ditenggaknya dengan cepat, habis.
Seorang pelayan memasuki ruangannya dan membereskan semua yang telah di telannya, dengan sabar dan patuh kepada bos yang dia tahu memiliki sifat bukan manusia ini. Tapi kalau tidak begini bagaimana dia akan membiayai hidupnya, apakah ini yang disebut keadilan, apakah ini diperbolehkan, semua itu kini menjadi pertanyaan yang basi di jaman yang serba sulit dan kejam ini, jangankan yang halal, yang haram saja sulit di cari.
“ eh Hasan, setelah ini bawakan saya bakwan goreng ya !” sebuah perintah langsung yang tak bisa ditolak.
Hasan mengangguk, dan beranjak pergi.
Pak Slamet kembali mengutak-atik laptopnya yang pastinya dari uang rakyat, kalau ditanya sedang apa, jawabannya sudah pasti, mengurus dokumen rakyat. Dokumen rakyat memang terlerletak persis di depan wajahnya, sebuah symbol yang berarti dia bekerja unutk rakyat, dan semua untuk rakyat.
Dalam dua hari ini, baPak Slamet sendiri kadang bingung dengan sebuah surat yang lain dari surat-surat lainnya itu, ingin segera dia buang surat itu tapi kadang ada rasa untuk tidak membuang surat itu segera, dilihatnya tumpukan surat yang sudah dua hari menggunung itu bekas dia tumpukkan, biasa, tidak ada yang aneh baginya.
Pintu terbuka, Hasan masuk membawa bakwan goreng yang dia pesan, Hasan masuk perlahan sambil menatap muka Pak Slamet, dan segera dia alihkan pandangannya dari wajah orang yang selama ini menjadi bosnya, ada perasaan kecewa dan benci ketika melihat wajah seseorang yang disebut bosnya itu, dan suka seenaknya menyuruh-nyuruhnya.
“ san, setelah ini, buang semua tumpukan surat ini “. Pak Slamet segera memakan salah satu bakwan yang bahkan belum ditaruh Hasan.
Hasan mengangguk, diambilnya sebuah kantong plastik hitam besar. Ini lah yang tidak dia suka, dan hanya dia yang tahu tentang hal ini, apa boleh buat, dia hanya bisa marah-marah sendiri ketika melakukan hal itu, menyesal, dan tidak berani melaporkan kebatilan, itulah penyesalannya, hanya menatap dengan benci yang dia bisa.
“ yang merah ini ya juga “ ucap Pak Slamet, makanan di mutlutnya terus beradu dengan gigi gerahamnya.
Hasan menurut, kembali dia ambil surat itu dan ditaruhnya di dalam kantong plastik bersama tumpukan surat lainnya.
…
SURAT ITU sudah dua hari terletak di meja Pak Slamet, sudah dua hari tak terbaca dan tak tersentuh sama sekali, surat itu berada di tumpukan yang berbeda dari surat-surat lainnya, dengan amplop yang berwarna merah, tanpa perangko, tanpa pengirim dan tanpa inisial yang jelas. Surat-surat lainnya pun begitu, surat rakyat atau suara rakyat, yang hanya di taruh di meja dan di buang setelah lama di atas meja tanpa di baca sedikitpun.
Di depan meja Pak Slamet bertuliskan “ untuk rakyat “ yang ternyata hasilnya “ semua milik rakyat untuk dirinya “, slogan-slogan yang sering ditemui orang di setiap meja wakil rakyat, tapi dengan kenyataan yang tak merakyat.
Hidup sekehendak perutnya, Pak Slamet memilintir-milintir kumisnya sambil memegang perutnya yang buncit, sepiring mie goreng telah habis disantapnya, sebuah minuman dingin ditenggaknya dengan cepat, habis.
Seorang pelayan memasuki ruangannya dan membereskan semua yang telah di telannya, dengan sabar dan patuh kepada bos yang dia tahu memiliki sifat bukan manusia ini. Tapi kalau tidak begini bagaimana dia akan membiayai hidupnya, apakah ini yang disebut keadilan, apakah ini diperbolehkan, semua itu kini menjadi pertanyaan yang basi di jaman yang serba sulit dan kejam ini, jangankan yang halal, yang haram saja sulit di cari.
“ eh Hasan, setelah ini bawakan saya bakwan goreng ya !” sebuah perintah langsung yang tak bisa ditolak.
Hasan mengangguk, dan beranjak pergi.
Pak Slamet kembali mengutak-atik laptopnya yang pastinya dari uang rakyat, kalau ditanya sedang apa, jawabannya sudah pasti, mengurus dokumen rakyat. Dokumen rakyat memang terlerletak persis di depan wajahnya, sebuah symbol yang berarti dia bekerja unutk rakyat, dan semua untuk rakyat.
Dalam dua hari ini, baPak Slamet sendiri kadang bingung dengan sebuah surat yang lain dari surat-surat lainnya itu, ingin segera dia buang surat itu tapi kadang ada rasa untuk tidak membuang surat itu segera, dilihatnya tumpukan surat yang sudah dua hari menggunung itu bekas dia tumpukkan, biasa, tidak ada yang aneh baginya.
Pintu terbuka, Hasan masuk membawa bakwan goreng yang dia pesan, Hasan masuk perlahan sambil menatap muka Pak Slamet, dan segera dia alihkan pandangannya dari wajah orang yang selama ini menjadi bosnya, ada perasaan kecewa dan benci ketika melihat wajah seseorang yang disebut bosnya itu, dan suka seenaknya menyuruh-nyuruhnya.
“ san, setelah ini, buang semua tumpukan surat ini “. Pak Slamet segera memakan salah satu bakwan yang bahkan belum ditaruh Hasan.
Hasan mengangguk, diambilnya sebuah kantong plastik hitam besar. Ini lah yang tidak dia suka, dan hanya dia yang tahu tentang hal ini, apa boleh buat, dia hanya bisa marah-marah sendiri ketika melakukan hal itu, menyesal, dan tidak berani melaporkan kebatilan, itulah penyesalannya, hanya menatap dengan benci yang dia bisa.
“ yang merah ini ya juga “ ucap Pak Slamet, makanan di mutlutnya terus beradu dengan gigi gerahamnya.
Hasan menurut, kembali dia ambil surat itu dan ditaruhnya di dalam kantong plastik bersama tumpukan surat lainnya.
…
2 sahabat, 1 janji
2 sahabat, 1 janji…
Desember 1993…
Kalian tahu, malam ini terasa sangat berat bagiku, juga bagi sahabatku Fadil, karena malam ini adalah, malam terakhir buat kami tuk tidur dan bertemu di pesantren ini. Malam yang panjang, perjalanan hidup yang singkat. Bulan bersinar mesra merangkul bintang-bintang yang selalu tersenyum manis, angin malam berhembus sepoi-sepoi menyentuh kami yang tengah asyik menyiapkan panggung acara khataman kelas akhir besok pagi. Aku dan Fadil membantu menyusun kursi-kursi yang akan kami tempati, malam terasa begitu cepat, ini adalah akhir, akhir dari kehidupan kami disini. Enam tahun sudah kami didik dan ditempa disini, tanpa ada rasa penyesalan. Tapi selalu akan ada rasa rindu di hati kami, kepada para guru, kepada para setiap santri, kepada setiap ilmu dan kepada setiap pengalaman berharga yang telah kami dapati.
Sepanjang malam aku dan Fadil tidak bisa tidur, kami asyik berbincang tentang tujuan, impian di masa yang akan datang, kau tahu kawan_, tidak mudah tuk melupakan setiap kenangan yang tersimpan, hati kan terus berbicara, walau pikiran selalu berusaha tuk melupakannya. Kadang tertawa, serius dan sedikit marah, begitulah percakapan kami yang sering terjadi.
“ tujuanmu yang sebenarnya kemana dil ?”.
“ kalau aku sih sudah pasti, ingin belajar psikolog, kamu sendiri bagaimana fer ?”.
“ entahlah, kemana nanti, yang jelas aku suatu saat nanti ingin menjadi seorang penulis kalau bisa sih, terkenal,”.
Dan malam itu kami berjanji, berjanji tuk menggapai mimpi kami masing-masing, tak peduli apa, tak peduli bagaimana, yang jelas satu hal janji, mimpi dan hasrat yang kami tuju ini tidaklah mudah. Bulan menyaksikan sambil tersenyum dan tuhan di atas sana di tempat yang lebih tinggi lagi mendengarkan dan menyimpan impian kami yang kami percaya akan di kabulkan suatu saat nanti.
…
Satu per satu nama kami dipanggil dan naik ke atas panggung, tangis kami pecah saat puisi dibacakan, para guru-guru yang menyayangi kami dengan tulus juga ikut mengeluarkan air mata, hari ini menjadi saksi akan kepergian kami.
Kami saling peluk dan berjabat tangan, deraian air mata terus mengalir, kau tahu kawan_ , kadang kita tidak merasa betapa sayangnya kita dengan teman kita itu ketika dekat, tapi setelah kita berpisah jauh, baru rasa sayang itu terasa. Di depan kamar Fadil memelukku, ini adalah perpisahan kami yang paling menyakitkan, aku sesanggukan, mataku merah, teman-temanku kini telah pergi, entah kemana ?. ke tempat tujuan mereka masing-masing. Aku dan sahabatku ini saling mengepalkan tangan, balas tersenyum dan saling berjanji tuk kirim surat, dan menanti masa depan yang sudah tidak jauh lagi di depan mata.
…
Februari 1994
Beberapa bulan telah berlalu dan Aku akhirnya diterima di universitas lambung mangkurat di dekat tempat tinggalku ini, dengan jurusan MIPA kimia, sudah lama aku ingin menjadi seorang ahli kimia. Kebahagianku ini segera ku kabarkan kepada sahabatku itu. Lewat surat kutuliskan dan selang tak berapa lama aku menerima jawaban darinya.
Kepada kawanku, Fery…
Kau bahagia, aku pun turut bahagia kawan, kau tahu tidak sebentar lagi aku akan pergi ke pulau seberang sana, menuntut ilmu yang selalu ku impikan dari dulu, seperti dirimu aku juga berhasil lulus ujian yang disini, belum disana, tapi tenang saja kawan, kau tahu kan siapa diriku, kita kan tertawa nanti, oh iya aku hampir lupa, ulang tahun mu kan hari kemarin, maaf mungkin aku terlambat menyampaikan selamat ulang tahun, tapi doaku selalu tertuju padamu.
Sudah beberapa bulan kita tidak bertemu, tapi kalau kita bertemu sekarang, tidak asyik lagi rasanya, baru sebentar, pasti tidak ada yang berubah darimu, tapi ngomong-ngomong, sudah ada punya gebetan belum nih, hehe. Kalau aku sih jangan ditanya, sudah pasti ada dong. Tapi kalau belum jangan cemburu ya, nanti ada saatnya kau juga merasakan yang saat ini kurasakan.
Mungkin suratku hanya terputus sampai disini saja ya, kau kirm ke rumahku pun mungkin tak terbalas soalnya aku akan merantau, tapi kau jangan takut, begitu dapat tempat tinggal menetap kau akan langsung ku kabari, aku hanya minta doa saja buat ujian disana, juga buat keselamatanku, kau tahu pulau jawa kan, tidak seindah yang kita kira, tapi mungkin tidak seburuk yang kusangka juga, nanti kau akan kugambarkan bagaimana pulau jawa ini, juga beberapa lembar fotonya, jaga dirimu baik-baik kawan. Sampai saatnya kita berjumpa dengan gengaman mimpi di tangan kita masing-masing.
Salam kawanmu
Fadil…
Aku menarik napas dalam, senang juga rasanya aku mengetahui kabar temanku yang satu itu, aku ingat sebelum perpisahan terakhir itu aku diberi pesan oleh salah satu guru yang paling senior, aku Fadil dan beberapa orang lainnnya, pesan dan nasihat beliau itu adalah.
“ ingat ini ya, nanti kalau sudah di luar, jangan tinggalkan waqi’ah dan jangan pacaran”.
Kami mengangguk artinya kami menyanggupi apa amanah dari sang ustadz, dan baru saja Fadil ini mengatakan dia sudah punya pacar, dasar, aku ingin tahu apa yang akan terjadi nantinya. Kalau amanah ustadz itu dilanggar, kualat pasti hasilnya.
…
Hari-hariku di banjar berlalu dengan santai, pelajaran-pelajaran baru sudah mulai kudapat, owh tuhan, ternyata pelajaran kimia tidak senyaman yang kukira, ditambah fisika dan pelajaran sains lainnya, yang akan membuatmu berpikir bahkan sampai kau harus mengalahkan apa yang tidak kau bisa. Yang paling sulit dari semua pelajaran tentu saja fisika, setiap kali ulangan harian, aku dan teman-teman lainnya hanya bisa bertaruh, nilai kami sudah pasti, dan kami selalu mengatakan.
“ tinggal menghitung jumlah nol di depan angka koma saja,yang banyak dia yang menang “.
Kehidupan disini. Berjalan lebih cepat dari biasanya, hiruk-pikuk kota selalu membuat terlihat kota ini tidak pernah berhenti bernapas. Sudah hampir setengah tahun aku tidak menerima surat dari Fadil, dan sudah setengah tahun ini aku juga tidak bisa mengirim surat kepadanya, bagaimana kabarnya, apa yang terjadi padanya semuanya tidak kutahu. Semua walau aku orang yang mudah bergaul tapi tetap saja aku tidak bisa menemukan teman yang seperti dia, tapi dimana dia. Dimana suratnya.
…
Maret 1994…
Akhirnya aku memasuki final test, tapi sebenarnya masalahku bukan itu, masalahnya sampai sekarang Fadil tidak juga mengabariku tentang keberadaannya sampai sekarang. Aku mulai khawatir terjadi sesuatu pada dirinya. Apa dia berhasil lulus test ujian masuk, apa dia masih hidup, apa telah terjadi sesuatu padanya sampai tidak mau memberitahukan keadaannya padaku.
Pelajaran yang diujikan hari ini adalah biologi dan kimia, kalau ini sih aku masih bisa mendapatkan nilai B, tapi tidak mustahil aku meraih nilai A, tapi ada kemungkinan juga aku mendapat nilai C, jadi aku berinsiatif tuk mengambil yang di tengah nilai B, karena nilai itu juga sudah paling sulit. Tidak seperti jaman sekarang, nilai A dan B itu begitu mudah didapat, dulu itu sulit sekali. Bahkan nilai B pun sudah dianggap nilai yang hebat.
Setelah ujian aku di kejutkan dengan sebuah surat yang tergeletak di depan rumahku, surat putih itu kuperhatikan, dan dengan segera kuambil, mungkin itu dari sahabatku Fadil, bergegas aku turun dari motor, kupasang stank penahan, kuambil surat itu dan kubaca, ternyata bukan buatku , buat ayahku, dari kantornya.
“ permisi mas “. Seseorang sepertinya berbicara dari balik punggungku, aku menoleh kepadanya, tukang pos.
“ ada apa pak ?”.
“ tuan Fery indrawan tinggal disini ?”.
“ ya saya ada apa?”.
“ ini ada surat tadi saya lupa menaruhnya “ pak pos itu mengeluarkan sepucuk surat dari balik kantong bajunya. Dan menyerahkannya padaku.
Kubaca pengirimnya, dari Fadil, akhirnya surat yang kutunggu datang juga, aku tersenyum-senyum sendiri sampai tidak sadar pak pos itu beberapa kali permisi mau pulang padaku.
“ ah ya pak maaf, terima kasih ya pak, hati-hati” aku melapas kepergian tukang pos yang segera menghilang meninggalkan asap. Aku langusng membuka pintu dan segera berlari ke kamarku.
Dengan segera Aku menghempaskan diriku ke atas kasurku yang empuk, tak peduli aku belum ganti baju, tak peduli pada semua hal yang ada disekitarku, yang jelas sebuah surat yang kutunggu-tunggu selama ini akhirnya datang juga. Brengsek kau sobat, membuatku khawatir saja. Kubuka surat itu dan kubaca.
Kawanku Fery indrawan…
sebelumnya aku mohon maaf kawan, mungkin kau khawatir, mungkin kau marah, dan mungkin kau selama ini sudah menanti-nanti surat dariku, tapi aku sama sekali tidak memberi kabar, aku benar-benar minta maaf kawan…
sudah setengah tahun ya kan, bagaimana kabarmu ? kabarku sudah jelas, baik dan sehat, dan aku juga lulus tes ujian dan sekarang aku kuliah di jogja, di UII, sebenarnya aku tidak mengirimimu surat Karena aku sendiri selama setengah tahun ini belum menemukan tempat tinggal yang menetap, kadang aku ikut menumpang dengan teman lainnya, untungnya mereka mau menerimanaku, tapi aku tidak enak juga kalau berlama-lama, nah sekarang baru aku menemukan sebuah tempat kost buat tinggal, kau tahu kawan, ternyata jogja ini tidak jauh berbeda dari kota asal kita, ternyata semua tempat itu sama saja, hanya dalam pikiran kita saja yang beda. Oh iya bukankah dulu aku pernah cerita aku sudah memiliki seorang pacar, aku kualat, aku lupa amanah terakhir ustad kita, dan kau tahu akhirnya cintaku berakhir dengan sangat menyakitkan, aku seolah dipermainkan oleh seorang perempuan, dan kau ,kau sendiri bagaimana ?, apa kau juga mau mencoba sepertiku ini, sebaiknya… terserah kau saja deh,hehe.
Sudah lama juga kita tidak berjumpa, apa kau sudah banyak berubah ?, atau kau tetap seperti dulu ?, bagiku yang mana pun tidak masalah, asal kau tidak pernah lupa denganku sahabatmu ini.
Dan bagaimana kuliahmu, mungkin ketika surat ini sampai di tempatmu kau sedang menghadapi final test, begitu juga aku disini, menurutku kuliah tidak seperti yang pernah kita pikirkan dulu, tidak terlalu terpaut waktu, bebas pakaian resmi dan bisa santai sambil jalan-jalan setiap sore, ternyata tidak, jauh berbeda, walau pakaian bebas, tapi tetap saja tidak bisa santai, malah jadwal kuliah lebih padat dari pada kita belajar di aliyah dulu, pelajarannya ya ampun dan lagi-lagi kawan disini aku tertarik kepada seorang perempuan asal solo, ya ampun jelita sekali perempuan itu, tutur katanya halus dan lembut,kalau kau jadi aku kau juga pasti akan berpikir yang sama denganku. Tapi ketika dekat denganya kadang aku takut ,kalau ingat kejadian tempo dulu, sebuah pengalaman adalah sebuah pelajaran, tapi kadang aku lupa juga dengan pangalaman itu sendiri, seolah-olah itu hanyalah kebarhasilan yang tertunda.
Fery kawanku…
Begitu banyak seklai pengalaman yang kualami setengah tahun ini, tapi tidak mungkin kan aku ceritkan semua yang terjadi padaku, kau sendiri tahu aku tidak begitu suka menulis, tidak seperti kau yang hobinya nulis melulu sampai setiap pelajaran di kelas pun kau gunakan buat menulis, hah dasar kau ini… cerita kita mungkin tidak pernah habis sampai kita bertemu lagi suatu saat nanti, kau sendiri pasti punya banyak sekali cerita selama setengah tahun ini ya kan ?. tapi biarlah dulu kita simpan sedikit certita kita, dan saling berbagi kabar.
Nah kawan mungkin suratku kali ini cukup sampai disini saja ya, jangan lupa balas suratku, apapun yang terjadi ingat kita harus selalu memberi tahukan keadaan oke?
Salam hangat kawanmu
Fadil.
“ dasar sialan kau sobat “ ingin kuremuk kertas surat itu, air mataku tumpah ke pipi, kutaruh kertas itu didadaku dan berucap terima kasih kepada tuhan, karena aku tahu kawanku itu dalam keadaan yang baik-baik saja. Akhirnya sebuah kekosongan di hatiku terisi, walau hanya sebuah surat, bagiku itu sudah lebih dari cukup.
Dan benar kan apa kataku, kisah percintaannya pasti tidakkan lama, begitulah kalau melawan amanah ustadz, kualat.
Aku bangkit dan segera mandi, membersihakn diri, lalu memakai pakaian yang rapi, makan dan duduk di depan meja balajarku, kuambil secarik kertas yang selalu kusediakan khusus buat menulis surat kepada sahabatku ini. Sedangkan suratnya kutaruh khusus di sebuah dokumen penting agar tidak hilang. Kuambil pulpen dan mulai menuliskan surat yang akan kutujukan padanya.
Kepada kawanku Fadil.
Seenaknya saja kau ini, kau tahu selama setangah tahun ini aku khawatir, aku cemas, dan kau tiba-tiba mengirimi ku surat seprti ini…tapi sudahlah, apapun yang kau lakukan aku akan selalu memaafkanmu sobat, ingat tidak kau dulu, waktu kita masih di aliyah, begitu sering kita bertengkar Karena hal-hal yang sepele, tapi setelah itu maafan, dan tak lama setelah itu bermusuhan kembali, mungkin begitulah, kalau kita dekat kadang ada rasa permusuhan, tapi kalau jauh rindu juga kalau tak ada kabar.
Mungkin kau benar, aku akhirnya mulai tertarik pada seorang perempuan, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, kau ingatkan aku ini orangnya pemalu, juga tidak terlalu percaya diri, sudah dua bulan aku menyukainya, tapi sampai sekarang namanya pun tak kutahu.
Kisahku ini bermula saat seminar ilmiah yang diadakan kampus, saat itu acara sudah hampir selesai, karena aku tidak tertarik menikmati acara ini sampai akhir aku keluar lebih dulu, di sebelah pintu itulah aku berpapasan dengannya, aku menatapnya, dia manatap dan tersenyum manis padaku, seorang perempuan dengan wajah yang rupawan, dibalut dengan kerudung hitam yang indah menghias. Kau tahu sobat, hanya itu aku berani bertatap muka dengannya, seterusnya sampai sekarang, tidak lagi, aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sungguh pahit cintaku. Tapi tak apa lah, aku bersyukur masih ingat kamu, bagiku teman lebih dari segalanya, kadang cinta membuat kita terluka, kadang cinta membuat kita kecewa, dan terkadang cinta membuat kita putus asa, tapi sahabat beda, bagiku sahabat lebih dari itu, ada di saat terluka, menolong disaat terjepit, senang dikala senang, sedih dikala sakit, itu berarti lebih dari apapun biarlah cinta ini tuhan yang mengatur, aku hanya akan menunggu dan berharap, bahwa jodohku adalah dia, si kerudung hitam menawan itu.
Sobat, suratmu ini sampai ketanganku ketika aku final test di hari pertama, aku juga kaget, siapa yang mengirimi aku surat, tak tahunya kau, Karena sudah lama kau tak kirimi aku surat, kukira kau sudah lupa padaku, dan menggantinya dengan kawan yang baru.
Tapi kalau begini kan enak juga rasanya, aku mengetahui kabarmu, dan kau juga mengetahui kabarku, berbagi cerita, berbagi bahagia, aku menulis surat ini sambil membayangkan kau, bagaimana dirimu sekarang, apa masih seperti dulu ?. sudahlah pertanyaan itu biar waktu yang menjawab.
Nah kawan mungkin suratku kali ini tidak bisa kutuliskan terlalu panjang, karena setetangh dari pikiranku saat ini sedang focus ke ujian, mungkin nanti kita kan berbagi kisah lagi, sehat selalu.
Salam sobatmu
Fery indrawan
Perasaan lega mengaliri tubuhku seusai menulis surat ini, ingin rasanya aku berbagi cerita dengannya sambil nongkrong dengan menikmati segelas kopi susu hangat di warung tempat kami biasa santai, bercerita sampai larut, bercerita apa yang sudah kami alami, tapi mungkin itu suatu saat nanti, dan aku selalu berdoa, semoga kami dipertemukan kembali di atas puncak yang sedang kami daki sekarang ini.
…
Ulangan berakhir, hasil nilai pun di umumkan, aku segera berdesak-desakkan di tengah kerumunan, kucari-cari namaku diantara ribuan banyaknya nama, ada hasil nilai yang tak kuduga, rata-ratanya B, ada sedikit C dan ada satu D, sayangnya tidak lengkap, karena nilai A nya tidak ada. Tapi syukur juga aku bisa naik tingkat, dan aku berjanji untuk lebih giat lagi belajar, aku menjauh dari kerumunan itu, pandanganku ke bawah tuk melindungi wajahku.
“ bruk…” tiba-tiba aku menabrak seseorang, buku-bukunya berjatuhan, dia menunduk, aku juga, kubantu dia memunguti buku-buku itu.
“ terima kasih “ ucapnya dan alangkah kagetnya aku ketika melihat siapa dia, dia adalah perempuan yang tempo hari pernah kuceritakan.
Aku terdiam.
“ maaf “ ucapnya lagi.
“ ah ..ah.. ngga papa “ aku bingung mau bicara apa, sambil menggaruk-garuk kepala yang tentu tidak gatal. “ anu,.. kamu… tidak apa-apa kan ?”.
Dia tersenyum dan menjawab “ iya, makasih ya “.
Aku mengangguk “ eh kamu… kan kalau tidak salah… yang di muka gedung ser..baguna kemarin “.
Dia diam sebentar sambil menatap wajahku, lalu aku menunduk, tidak sopan, sebenarnya tidak enak juga sih kalau saling menatap. “ oh kamu ya…yayaya aku ingat , gimana hasil ulangannya ?”.
“ yah lumayan lah “.
Dan percakapan kami pun berlanjut, kubantu dia melihat hasil ulangannya, lalu kami menuju sebuah warung es nyiur di pinggir kampus. Baru kali ini aku merasa lain ketika bicara dengan perempuan, walau awalnya aku sering terbata-bata dan agak grogi ketika bicara, tapi setelah lama bicara akhirnya aku sudah bisa menenangkan diri, bicaraku jadi lancar, dan baru kutahu dia juga anak MIPA, jurusan biologi, yang kutahu waktu melihat hasilnya tadi bisa dinggap dia bukan anak yang suka main-main, nilainya rata-rata B bahkan ada yang A, tidak ada C apalagi D. semakin kagum aku pada perempuan yang satu ini, lama kami bercakap-cakap. Dan kutahu namanya Annisa, nama yang indah menurutku, karena aku suka orangnya. aku pun mengantarkannya pulang, sayang dia bukan orang banjar asli, jadi dia ngekost disini, ingin sih kuajak dia menginap di rumahku, tapi apa kata orang, niat baik selalu disangka buruk.
Aku langsung menulis surat kepada Fadil, kemungkinan dia juga sudah selesai ulangan, apa pun hasilnya kami tetap berbagi, kutulis surat itu dengan cepat dan segera kukirimkan, aku tidak sabar menunggu kedatangan surat itu, padahal baru saja kukirim, sampai juga belum ke tangannya, tapi hampir saja aku memaksa tukang posnya untuk segera mengantar suratku itu hari ini. Kalau itu terjadi yang ada malah suratku yang tidakkan bisa sampai kepada tujuannya.
Selang seminggu kemudian baru aku menerima surat balasan, aku sudah tidak sabar lagi segera kubuka surat itu dan kubaca.
Kawanku Fery…
Aku disini baik-baik saja, walau beberapa hari yang lalu sempat sakit, karena aku suka mengulur-ngulur waktu makan dan aku pun terkena maag, kau sendiri bagaimana,? Aku tahu kau sedang bahagia kawan, ternyata cinta juga yang terpilih, asal jangan kau lupakan kawanmu ini aku tetap kan selalu mendukungmu. Sebenarnya ingin kuulangi teori-teorimu yang selalu mengataskan nama sahabat dari cinta, tak tahunya malah sendirnya terkena cinta.
Tapi tak apalah, satu kata, aku juga bahagia, tapi ingat pesan ustadz kita, jangan sampai kau menorehkan kisahku tuk yang kedua kalinya.
Hasil ulanganku …gimana ya…sebenarnya hasil ulanganku, hampir sama denganmu, tapi aku tidak ada nilai D, juga tak ada nilai A. begitulah, mungkin kita perlu belajar lebih lagi, lebih giat, lebih dari yang kita bisa, belajar dan bekerja, kau tahu kawan, hidup disini aku juga kerja sambilan, membantu di sebuah warung makan, kau tahulah, aku ini orang perantaun, uang itu tidak selamanya kuterima tepat waktu, kadang aku harus puasa, kadang juga aku tidak makan seharian, hanya minum air putih mentah, tapi tuhan tidak pernah membiarkan ku kelaparan, aku dipertemukan dengan seorang pemilik warung makan pinggiran jalan yang baik hati, beliau akan memberiku makan asal aku jadi pelayan disana, jadinya aku tidakkan pernah kelaparan lagi.
Dan kau ingat kawan, pernahkan kuceritakan padamu tentang seseorang lagi yang tengah mengisi hatiku, sampai sekarang aku tidak bisa mengenalnya jauh, mendekatinya saja aku tidak bisa, cintaku seperti di acuhkan begitu saja, tapi aku tetap berusaha , aku mohon doanya kawan, tidak ada hal yang mustahil di dunia ini.
Mungkin sampai sini dulu suratku, lain kali kalau ada cerita menarik kau akan ku kabari, eh bagaimana novelmu, sudah mau diterbitkan belum, kalau belum nanti kirim bersama suratmu, selanjutnya biar aku yang usahakan di jawa sini. Sampai jumpa.
Salam
Fadil
…
November 1997
Waktu terasa begitu cepat berlalu, suara gemuruh membahana di gedung sultan suriansayah ini, tangis haru akan kelulusan kami kian beradu, setelah menmpuh jalan panjang akhirnya aku lulus di tahun keempat, perjalanan yang panjang tapi terasa nikmat dan singkat, ijazah-ijazah kelulusan dibagikan, namaku dipanggil, aku naik ke atas podium dengan bangga karena bisa lulus dengan cepat.
Dari atas panggung kulihat kedua orang tuaku tersenyum bangga padaku, anaknya yang ternyata tidak mengecewakan, di lain sisi kulihat Annisa juga tersenyum, dia sudah lulus lebih dulu dari ku, kuakui dia lebih jenius dariku, aku mengetahui itu ketika kami sering belajar bersama.
Kau tahu kawan aku dan Annisa sudah bertunangan, aku melakukan ini karena dia tidak mau pacaran, lalu aku melamarnya dan dia setuju, katanya dia juga sedang mencari seorang pendamping dari lulusan pesantren, dunia ini seakan harum. Dan artinya aku dan Annisa sudah saling merasa memiliki satu sama lain, senangnya aku, kalian tahu perjuanganku mendapatkannya tidaklah mudah, perlu setengah tahun bagiku untuk bisa mendapatkan hatinya dan baru bisa kulamar. Tapi itulah cinta, perlu diperjuangkan.
Dan sekarang novelku juga sudah menjadi fenomenal yang akan ditayangkan di layar lebar, ini semua berkat Fadil yang mencoba mengajukan naskahku kepada para penerbit yang ada di luar pulau sana, untuk bisa diterima tidaklah mudah, novelku beberapa kali ditolak, aku mencoba mengarangnya lagi, lagi dan lagi sampai akhirnya penitikan ait mata,dan usahaku membuahkan hasil yang pasti, novelku menjadi bestseller nasional “kukibarkan benderaku “ novel yang kutulis dengan mengingat sejarah perjuangan para pahlawan tanah air yang tak kenal menyerah, dibantu oleh kekasihku Annisa novel itu akhirnya menjadi sebuah buku yang diterbitkan di masyarakat. Tapi Fadil, dia menghilang empat bulan yang lalu adalah hari terakhir aku menerima suratnya. Yang kutahu dari berita terakhirnya, perempuan yang ditaksirnya itu menolak mentah-mentah kehadiran dirinya. Tapi sampai sekarang aku tidak juga tahu keberadaannya,kukirim surat ke tempatnya di jawa, kukirim surat ke rumahnya semuanya tidak ada balasan, aku jadi kahwatir.
…
Aku pegang surat terakhir Fadil dengan erat, wisudaku kali ini memang kunikmati, tapi sayangnya aku tidak bisa berbagi dengan sahabatku. Perlahan kubuka surat terakhir itu, dan kubaca.
kawanku Fery
tidak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat kawan, kau ingat dulu waktu kita masih bersama, sekarang kita juga masih bersama, tapi berbeda jarak.
Kau tahu kawan, ternyata pusat ilmu psikolog itu ada di jerman, dan tekadku sudah bulat tuk pergi kesana.
“ mas Fery “ Annisa tiba-tiba menegurku dan menghentikan bacaan ku “ kok nangis kenapa ?”.
Aku segera menyeka air mata dengan lengan bajuku “ ah ngga, ngga ada apa-apa “.
“ cerita dong, sebentar lagi kan kita nikah, masa sama istri sendiri tidak mau cerita “ Annisa menggodaku dengan senyuman manjanya.
Aku balas tersenyum dan kuceritakan semuanya, tentang surat itu, tentang Fadil yang tidak ada lagi memberi kabar, tentang persahabatan kami di masa lampau, dan tentang begitu rindunya aku padanya. Annisa mengerti, perasaan perempuan memang tajam, dan dalam. Dan di saat seperti inilah perempuan dibutuhkan, karena dia mengerti, dan memahami keadaan kita.
…
September 2000
Senangnya hatiku melihat generasi-generasi penerus bangsa ini maju, aku menjadi salah satu juri di sebuah lomba karya tulis ilmiah, tulisan-tulisan mereka lebih hebat, cara berpikir mereka lebih maju dariku. Bangga hatiku memiliki penerus-penerusku yang seperti ini.
Seusai acara para mahasiswa itu menyalamiku dan berfoto bersama, dulu aku yang minta foto bersama, sekarang malah aku yang diminta, kadang ada juga orang yang mendekat sekedar minta tanda tangan di atas novel yang kutulis. Dulu, aku tidak pernah menyangka bisa begini, dulu ini hanyalah mimpi dan anganku seorang, dan sekarang tuhan benar-benar mewujudkannya ke kenyataan yang indah, begitu indah certia yang dimiliki tuhan, sampai tidak bisa kutuliskan dalam kata-kata. kulihat istriku berjalan ke arahku sambil menggendong buah hati kami, Irza rahman, lihatlah mukanya begitu lucu.
“ mirip dengan ayahnya “ kata sang ibu.
“ pasti nanti pintar seperti ibunya “ balasku.
Kami berjalan ke luar gedung, di gedung sebelah Nampak ada sebuah acara seminar, jaman sudah berganti, orang-orang yang dulu sering ikut seminar sekarang malah di undang buat mengisi seminar, tapi…sebuah suara yang kukenal betul dari dulu, suara ini tidak asing lagi, aku meminta istriku tuk menunggu di mobil, dia menurut, aku mencoba mengintip siapa gerangan pemilik suara ini, “ ya allah “ desirku dalam hati, itu Fadil, dia sekarang sedang memberi pengarahan, dengan jas dan pakaian yang rapi, walau sedikit berubah tapi aku tetap mengenalinya, mengenali wajahnya, dan juga auranya, ya auranya yang dari dulu tidak berubah. Dia duduk setelah memberi pengarahan yang tak lama dan keluar lewat pintu belakang, aku besiap di salah satu tiang, kuyakin suara langkah kaki yang sekarang sedang berjalan kesini adalah suara kakinya, dan
“ DO…R“ kukejutkan dirinya.
“ Fery “ ungkapnya kaget dan kami langsung memeluk satu sama lain,
Ingin kumarahi dia yang tak memberi kabar, tapi istriku menelponku tuk segera ke mobil, aku mengiyakan apa katanya, kutatap Fadil.
“ malam ini temui aku di tempat biasa “.
Dia mengangguk.
…
Malamnya.
“ yah maaf lah fer, soalnya setelah itu aku mendapat beasiswa ke jerman, dan aku lupa membawa alamatmu, jadinya sampai sekarang aku tidak bisa mengirimimu surat “.
Aku menyeruput kopisusu hangat lalu berucap “ sudahlah, bagiku itu semua tidak menjadi masalah lagi, yang penting tuhan kembali mempertemukan kita, dan tuhan juga mempertemukan kita dengan mimpi yang sudah kita janjikan ada ditangan kita “
Kami tertawa, dan bersama menyeruput kopi, kadang ada mahasiswa yang nongkrong disini dan menatap kami heran, seorang novelist terkenal sedang duduk bersama seorang pakar psikolog ternama, sedang duduk berbagi cerita dengan pakaian biasa, juga di tempat yang menurut mereka tempat ini hanya untuk mahasiswa yang kurang uang. Semua merasa heran pada kami, kecuali pemilik warung yang sudah kenal lama dengan kami, pada mereka yang terheran hanya kami balas dengan senyuman.
Malam menjadi saksi atas takdir tuhan yang kembali mempertemukan kami, dua orang sahabat yang pernah berjanji bersama tuk meraih mimpi, janji hidup. Sebuah janji tidakkan pernah bisa dihentikan jaman, malam berlalu lambat membiarkan kami berbagi cerita-cerita kehidupan yang telah kami lalui. Bulan dan bintang ikut mendengarkan karena mereka juga yang pernah menyaksikan janji kami, dan pernah menyaksikan perpisahan kami.
Alhamdulillah selesai
Tanggal 02-09-2010
Unuk sahabatku Fadil Muhammad, yang tengah sama-sama berjuang mengejar mimpi.
Desember 1993…
Kalian tahu, malam ini terasa sangat berat bagiku, juga bagi sahabatku Fadil, karena malam ini adalah, malam terakhir buat kami tuk tidur dan bertemu di pesantren ini. Malam yang panjang, perjalanan hidup yang singkat. Bulan bersinar mesra merangkul bintang-bintang yang selalu tersenyum manis, angin malam berhembus sepoi-sepoi menyentuh kami yang tengah asyik menyiapkan panggung acara khataman kelas akhir besok pagi. Aku dan Fadil membantu menyusun kursi-kursi yang akan kami tempati, malam terasa begitu cepat, ini adalah akhir, akhir dari kehidupan kami disini. Enam tahun sudah kami didik dan ditempa disini, tanpa ada rasa penyesalan. Tapi selalu akan ada rasa rindu di hati kami, kepada para guru, kepada para setiap santri, kepada setiap ilmu dan kepada setiap pengalaman berharga yang telah kami dapati.
Sepanjang malam aku dan Fadil tidak bisa tidur, kami asyik berbincang tentang tujuan, impian di masa yang akan datang, kau tahu kawan_, tidak mudah tuk melupakan setiap kenangan yang tersimpan, hati kan terus berbicara, walau pikiran selalu berusaha tuk melupakannya. Kadang tertawa, serius dan sedikit marah, begitulah percakapan kami yang sering terjadi.
“ tujuanmu yang sebenarnya kemana dil ?”.
“ kalau aku sih sudah pasti, ingin belajar psikolog, kamu sendiri bagaimana fer ?”.
“ entahlah, kemana nanti, yang jelas aku suatu saat nanti ingin menjadi seorang penulis kalau bisa sih, terkenal,”.
Dan malam itu kami berjanji, berjanji tuk menggapai mimpi kami masing-masing, tak peduli apa, tak peduli bagaimana, yang jelas satu hal janji, mimpi dan hasrat yang kami tuju ini tidaklah mudah. Bulan menyaksikan sambil tersenyum dan tuhan di atas sana di tempat yang lebih tinggi lagi mendengarkan dan menyimpan impian kami yang kami percaya akan di kabulkan suatu saat nanti.
…
Satu per satu nama kami dipanggil dan naik ke atas panggung, tangis kami pecah saat puisi dibacakan, para guru-guru yang menyayangi kami dengan tulus juga ikut mengeluarkan air mata, hari ini menjadi saksi akan kepergian kami.
Kami saling peluk dan berjabat tangan, deraian air mata terus mengalir, kau tahu kawan_ , kadang kita tidak merasa betapa sayangnya kita dengan teman kita itu ketika dekat, tapi setelah kita berpisah jauh, baru rasa sayang itu terasa. Di depan kamar Fadil memelukku, ini adalah perpisahan kami yang paling menyakitkan, aku sesanggukan, mataku merah, teman-temanku kini telah pergi, entah kemana ?. ke tempat tujuan mereka masing-masing. Aku dan sahabatku ini saling mengepalkan tangan, balas tersenyum dan saling berjanji tuk kirim surat, dan menanti masa depan yang sudah tidak jauh lagi di depan mata.
…
Februari 1994
Beberapa bulan telah berlalu dan Aku akhirnya diterima di universitas lambung mangkurat di dekat tempat tinggalku ini, dengan jurusan MIPA kimia, sudah lama aku ingin menjadi seorang ahli kimia. Kebahagianku ini segera ku kabarkan kepada sahabatku itu. Lewat surat kutuliskan dan selang tak berapa lama aku menerima jawaban darinya.
Kepada kawanku, Fery…
Kau bahagia, aku pun turut bahagia kawan, kau tahu tidak sebentar lagi aku akan pergi ke pulau seberang sana, menuntut ilmu yang selalu ku impikan dari dulu, seperti dirimu aku juga berhasil lulus ujian yang disini, belum disana, tapi tenang saja kawan, kau tahu kan siapa diriku, kita kan tertawa nanti, oh iya aku hampir lupa, ulang tahun mu kan hari kemarin, maaf mungkin aku terlambat menyampaikan selamat ulang tahun, tapi doaku selalu tertuju padamu.
Sudah beberapa bulan kita tidak bertemu, tapi kalau kita bertemu sekarang, tidak asyik lagi rasanya, baru sebentar, pasti tidak ada yang berubah darimu, tapi ngomong-ngomong, sudah ada punya gebetan belum nih, hehe. Kalau aku sih jangan ditanya, sudah pasti ada dong. Tapi kalau belum jangan cemburu ya, nanti ada saatnya kau juga merasakan yang saat ini kurasakan.
Mungkin suratku hanya terputus sampai disini saja ya, kau kirm ke rumahku pun mungkin tak terbalas soalnya aku akan merantau, tapi kau jangan takut, begitu dapat tempat tinggal menetap kau akan langsung ku kabari, aku hanya minta doa saja buat ujian disana, juga buat keselamatanku, kau tahu pulau jawa kan, tidak seindah yang kita kira, tapi mungkin tidak seburuk yang kusangka juga, nanti kau akan kugambarkan bagaimana pulau jawa ini, juga beberapa lembar fotonya, jaga dirimu baik-baik kawan. Sampai saatnya kita berjumpa dengan gengaman mimpi di tangan kita masing-masing.
Salam kawanmu
Fadil…
Aku menarik napas dalam, senang juga rasanya aku mengetahui kabar temanku yang satu itu, aku ingat sebelum perpisahan terakhir itu aku diberi pesan oleh salah satu guru yang paling senior, aku Fadil dan beberapa orang lainnnya, pesan dan nasihat beliau itu adalah.
“ ingat ini ya, nanti kalau sudah di luar, jangan tinggalkan waqi’ah dan jangan pacaran”.
Kami mengangguk artinya kami menyanggupi apa amanah dari sang ustadz, dan baru saja Fadil ini mengatakan dia sudah punya pacar, dasar, aku ingin tahu apa yang akan terjadi nantinya. Kalau amanah ustadz itu dilanggar, kualat pasti hasilnya.
…
Hari-hariku di banjar berlalu dengan santai, pelajaran-pelajaran baru sudah mulai kudapat, owh tuhan, ternyata pelajaran kimia tidak senyaman yang kukira, ditambah fisika dan pelajaran sains lainnya, yang akan membuatmu berpikir bahkan sampai kau harus mengalahkan apa yang tidak kau bisa. Yang paling sulit dari semua pelajaran tentu saja fisika, setiap kali ulangan harian, aku dan teman-teman lainnya hanya bisa bertaruh, nilai kami sudah pasti, dan kami selalu mengatakan.
“ tinggal menghitung jumlah nol di depan angka koma saja,yang banyak dia yang menang “.
Kehidupan disini. Berjalan lebih cepat dari biasanya, hiruk-pikuk kota selalu membuat terlihat kota ini tidak pernah berhenti bernapas. Sudah hampir setengah tahun aku tidak menerima surat dari Fadil, dan sudah setengah tahun ini aku juga tidak bisa mengirim surat kepadanya, bagaimana kabarnya, apa yang terjadi padanya semuanya tidak kutahu. Semua walau aku orang yang mudah bergaul tapi tetap saja aku tidak bisa menemukan teman yang seperti dia, tapi dimana dia. Dimana suratnya.
…
Maret 1994…
Akhirnya aku memasuki final test, tapi sebenarnya masalahku bukan itu, masalahnya sampai sekarang Fadil tidak juga mengabariku tentang keberadaannya sampai sekarang. Aku mulai khawatir terjadi sesuatu pada dirinya. Apa dia berhasil lulus test ujian masuk, apa dia masih hidup, apa telah terjadi sesuatu padanya sampai tidak mau memberitahukan keadaannya padaku.
Pelajaran yang diujikan hari ini adalah biologi dan kimia, kalau ini sih aku masih bisa mendapatkan nilai B, tapi tidak mustahil aku meraih nilai A, tapi ada kemungkinan juga aku mendapat nilai C, jadi aku berinsiatif tuk mengambil yang di tengah nilai B, karena nilai itu juga sudah paling sulit. Tidak seperti jaman sekarang, nilai A dan B itu begitu mudah didapat, dulu itu sulit sekali. Bahkan nilai B pun sudah dianggap nilai yang hebat.
Setelah ujian aku di kejutkan dengan sebuah surat yang tergeletak di depan rumahku, surat putih itu kuperhatikan, dan dengan segera kuambil, mungkin itu dari sahabatku Fadil, bergegas aku turun dari motor, kupasang stank penahan, kuambil surat itu dan kubaca, ternyata bukan buatku , buat ayahku, dari kantornya.
“ permisi mas “. Seseorang sepertinya berbicara dari balik punggungku, aku menoleh kepadanya, tukang pos.
“ ada apa pak ?”.
“ tuan Fery indrawan tinggal disini ?”.
“ ya saya ada apa?”.
“ ini ada surat tadi saya lupa menaruhnya “ pak pos itu mengeluarkan sepucuk surat dari balik kantong bajunya. Dan menyerahkannya padaku.
Kubaca pengirimnya, dari Fadil, akhirnya surat yang kutunggu datang juga, aku tersenyum-senyum sendiri sampai tidak sadar pak pos itu beberapa kali permisi mau pulang padaku.
“ ah ya pak maaf, terima kasih ya pak, hati-hati” aku melapas kepergian tukang pos yang segera menghilang meninggalkan asap. Aku langusng membuka pintu dan segera berlari ke kamarku.
Dengan segera Aku menghempaskan diriku ke atas kasurku yang empuk, tak peduli aku belum ganti baju, tak peduli pada semua hal yang ada disekitarku, yang jelas sebuah surat yang kutunggu-tunggu selama ini akhirnya datang juga. Brengsek kau sobat, membuatku khawatir saja. Kubuka surat itu dan kubaca.
Kawanku Fery indrawan…
sebelumnya aku mohon maaf kawan, mungkin kau khawatir, mungkin kau marah, dan mungkin kau selama ini sudah menanti-nanti surat dariku, tapi aku sama sekali tidak memberi kabar, aku benar-benar minta maaf kawan…
sudah setengah tahun ya kan, bagaimana kabarmu ? kabarku sudah jelas, baik dan sehat, dan aku juga lulus tes ujian dan sekarang aku kuliah di jogja, di UII, sebenarnya aku tidak mengirimimu surat Karena aku sendiri selama setengah tahun ini belum menemukan tempat tinggal yang menetap, kadang aku ikut menumpang dengan teman lainnya, untungnya mereka mau menerimanaku, tapi aku tidak enak juga kalau berlama-lama, nah sekarang baru aku menemukan sebuah tempat kost buat tinggal, kau tahu kawan, ternyata jogja ini tidak jauh berbeda dari kota asal kita, ternyata semua tempat itu sama saja, hanya dalam pikiran kita saja yang beda. Oh iya bukankah dulu aku pernah cerita aku sudah memiliki seorang pacar, aku kualat, aku lupa amanah terakhir ustad kita, dan kau tahu akhirnya cintaku berakhir dengan sangat menyakitkan, aku seolah dipermainkan oleh seorang perempuan, dan kau ,kau sendiri bagaimana ?, apa kau juga mau mencoba sepertiku ini, sebaiknya… terserah kau saja deh,hehe.
Sudah lama juga kita tidak berjumpa, apa kau sudah banyak berubah ?, atau kau tetap seperti dulu ?, bagiku yang mana pun tidak masalah, asal kau tidak pernah lupa denganku sahabatmu ini.
Dan bagaimana kuliahmu, mungkin ketika surat ini sampai di tempatmu kau sedang menghadapi final test, begitu juga aku disini, menurutku kuliah tidak seperti yang pernah kita pikirkan dulu, tidak terlalu terpaut waktu, bebas pakaian resmi dan bisa santai sambil jalan-jalan setiap sore, ternyata tidak, jauh berbeda, walau pakaian bebas, tapi tetap saja tidak bisa santai, malah jadwal kuliah lebih padat dari pada kita belajar di aliyah dulu, pelajarannya ya ampun dan lagi-lagi kawan disini aku tertarik kepada seorang perempuan asal solo, ya ampun jelita sekali perempuan itu, tutur katanya halus dan lembut,kalau kau jadi aku kau juga pasti akan berpikir yang sama denganku. Tapi ketika dekat denganya kadang aku takut ,kalau ingat kejadian tempo dulu, sebuah pengalaman adalah sebuah pelajaran, tapi kadang aku lupa juga dengan pangalaman itu sendiri, seolah-olah itu hanyalah kebarhasilan yang tertunda.
Fery kawanku…
Begitu banyak seklai pengalaman yang kualami setengah tahun ini, tapi tidak mungkin kan aku ceritkan semua yang terjadi padaku, kau sendiri tahu aku tidak begitu suka menulis, tidak seperti kau yang hobinya nulis melulu sampai setiap pelajaran di kelas pun kau gunakan buat menulis, hah dasar kau ini… cerita kita mungkin tidak pernah habis sampai kita bertemu lagi suatu saat nanti, kau sendiri pasti punya banyak sekali cerita selama setengah tahun ini ya kan ?. tapi biarlah dulu kita simpan sedikit certita kita, dan saling berbagi kabar.
Nah kawan mungkin suratku kali ini cukup sampai disini saja ya, jangan lupa balas suratku, apapun yang terjadi ingat kita harus selalu memberi tahukan keadaan oke?
Salam hangat kawanmu
Fadil.
“ dasar sialan kau sobat “ ingin kuremuk kertas surat itu, air mataku tumpah ke pipi, kutaruh kertas itu didadaku dan berucap terima kasih kepada tuhan, karena aku tahu kawanku itu dalam keadaan yang baik-baik saja. Akhirnya sebuah kekosongan di hatiku terisi, walau hanya sebuah surat, bagiku itu sudah lebih dari cukup.
Dan benar kan apa kataku, kisah percintaannya pasti tidakkan lama, begitulah kalau melawan amanah ustadz, kualat.
Aku bangkit dan segera mandi, membersihakn diri, lalu memakai pakaian yang rapi, makan dan duduk di depan meja balajarku, kuambil secarik kertas yang selalu kusediakan khusus buat menulis surat kepada sahabatku ini. Sedangkan suratnya kutaruh khusus di sebuah dokumen penting agar tidak hilang. Kuambil pulpen dan mulai menuliskan surat yang akan kutujukan padanya.
Kepada kawanku Fadil.
Seenaknya saja kau ini, kau tahu selama setangah tahun ini aku khawatir, aku cemas, dan kau tiba-tiba mengirimi ku surat seprti ini…tapi sudahlah, apapun yang kau lakukan aku akan selalu memaafkanmu sobat, ingat tidak kau dulu, waktu kita masih di aliyah, begitu sering kita bertengkar Karena hal-hal yang sepele, tapi setelah itu maafan, dan tak lama setelah itu bermusuhan kembali, mungkin begitulah, kalau kita dekat kadang ada rasa permusuhan, tapi kalau jauh rindu juga kalau tak ada kabar.
Mungkin kau benar, aku akhirnya mulai tertarik pada seorang perempuan, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, kau ingatkan aku ini orangnya pemalu, juga tidak terlalu percaya diri, sudah dua bulan aku menyukainya, tapi sampai sekarang namanya pun tak kutahu.
Kisahku ini bermula saat seminar ilmiah yang diadakan kampus, saat itu acara sudah hampir selesai, karena aku tidak tertarik menikmati acara ini sampai akhir aku keluar lebih dulu, di sebelah pintu itulah aku berpapasan dengannya, aku menatapnya, dia manatap dan tersenyum manis padaku, seorang perempuan dengan wajah yang rupawan, dibalut dengan kerudung hitam yang indah menghias. Kau tahu sobat, hanya itu aku berani bertatap muka dengannya, seterusnya sampai sekarang, tidak lagi, aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sungguh pahit cintaku. Tapi tak apa lah, aku bersyukur masih ingat kamu, bagiku teman lebih dari segalanya, kadang cinta membuat kita terluka, kadang cinta membuat kita kecewa, dan terkadang cinta membuat kita putus asa, tapi sahabat beda, bagiku sahabat lebih dari itu, ada di saat terluka, menolong disaat terjepit, senang dikala senang, sedih dikala sakit, itu berarti lebih dari apapun biarlah cinta ini tuhan yang mengatur, aku hanya akan menunggu dan berharap, bahwa jodohku adalah dia, si kerudung hitam menawan itu.
Sobat, suratmu ini sampai ketanganku ketika aku final test di hari pertama, aku juga kaget, siapa yang mengirimi aku surat, tak tahunya kau, Karena sudah lama kau tak kirimi aku surat, kukira kau sudah lupa padaku, dan menggantinya dengan kawan yang baru.
Tapi kalau begini kan enak juga rasanya, aku mengetahui kabarmu, dan kau juga mengetahui kabarku, berbagi cerita, berbagi bahagia, aku menulis surat ini sambil membayangkan kau, bagaimana dirimu sekarang, apa masih seperti dulu ?. sudahlah pertanyaan itu biar waktu yang menjawab.
Nah kawan mungkin suratku kali ini tidak bisa kutuliskan terlalu panjang, karena setetangh dari pikiranku saat ini sedang focus ke ujian, mungkin nanti kita kan berbagi kisah lagi, sehat selalu.
Salam sobatmu
Fery indrawan
Perasaan lega mengaliri tubuhku seusai menulis surat ini, ingin rasanya aku berbagi cerita dengannya sambil nongkrong dengan menikmati segelas kopi susu hangat di warung tempat kami biasa santai, bercerita sampai larut, bercerita apa yang sudah kami alami, tapi mungkin itu suatu saat nanti, dan aku selalu berdoa, semoga kami dipertemukan kembali di atas puncak yang sedang kami daki sekarang ini.
…
Ulangan berakhir, hasil nilai pun di umumkan, aku segera berdesak-desakkan di tengah kerumunan, kucari-cari namaku diantara ribuan banyaknya nama, ada hasil nilai yang tak kuduga, rata-ratanya B, ada sedikit C dan ada satu D, sayangnya tidak lengkap, karena nilai A nya tidak ada. Tapi syukur juga aku bisa naik tingkat, dan aku berjanji untuk lebih giat lagi belajar, aku menjauh dari kerumunan itu, pandanganku ke bawah tuk melindungi wajahku.
“ bruk…” tiba-tiba aku menabrak seseorang, buku-bukunya berjatuhan, dia menunduk, aku juga, kubantu dia memunguti buku-buku itu.
“ terima kasih “ ucapnya dan alangkah kagetnya aku ketika melihat siapa dia, dia adalah perempuan yang tempo hari pernah kuceritakan.
Aku terdiam.
“ maaf “ ucapnya lagi.
“ ah ..ah.. ngga papa “ aku bingung mau bicara apa, sambil menggaruk-garuk kepala yang tentu tidak gatal. “ anu,.. kamu… tidak apa-apa kan ?”.
Dia tersenyum dan menjawab “ iya, makasih ya “.
Aku mengangguk “ eh kamu… kan kalau tidak salah… yang di muka gedung ser..baguna kemarin “.
Dia diam sebentar sambil menatap wajahku, lalu aku menunduk, tidak sopan, sebenarnya tidak enak juga sih kalau saling menatap. “ oh kamu ya…yayaya aku ingat , gimana hasil ulangannya ?”.
“ yah lumayan lah “.
Dan percakapan kami pun berlanjut, kubantu dia melihat hasil ulangannya, lalu kami menuju sebuah warung es nyiur di pinggir kampus. Baru kali ini aku merasa lain ketika bicara dengan perempuan, walau awalnya aku sering terbata-bata dan agak grogi ketika bicara, tapi setelah lama bicara akhirnya aku sudah bisa menenangkan diri, bicaraku jadi lancar, dan baru kutahu dia juga anak MIPA, jurusan biologi, yang kutahu waktu melihat hasilnya tadi bisa dinggap dia bukan anak yang suka main-main, nilainya rata-rata B bahkan ada yang A, tidak ada C apalagi D. semakin kagum aku pada perempuan yang satu ini, lama kami bercakap-cakap. Dan kutahu namanya Annisa, nama yang indah menurutku, karena aku suka orangnya. aku pun mengantarkannya pulang, sayang dia bukan orang banjar asli, jadi dia ngekost disini, ingin sih kuajak dia menginap di rumahku, tapi apa kata orang, niat baik selalu disangka buruk.
Aku langsung menulis surat kepada Fadil, kemungkinan dia juga sudah selesai ulangan, apa pun hasilnya kami tetap berbagi, kutulis surat itu dengan cepat dan segera kukirimkan, aku tidak sabar menunggu kedatangan surat itu, padahal baru saja kukirim, sampai juga belum ke tangannya, tapi hampir saja aku memaksa tukang posnya untuk segera mengantar suratku itu hari ini. Kalau itu terjadi yang ada malah suratku yang tidakkan bisa sampai kepada tujuannya.
Selang seminggu kemudian baru aku menerima surat balasan, aku sudah tidak sabar lagi segera kubuka surat itu dan kubaca.
Kawanku Fery…
Aku disini baik-baik saja, walau beberapa hari yang lalu sempat sakit, karena aku suka mengulur-ngulur waktu makan dan aku pun terkena maag, kau sendiri bagaimana,? Aku tahu kau sedang bahagia kawan, ternyata cinta juga yang terpilih, asal jangan kau lupakan kawanmu ini aku tetap kan selalu mendukungmu. Sebenarnya ingin kuulangi teori-teorimu yang selalu mengataskan nama sahabat dari cinta, tak tahunya malah sendirnya terkena cinta.
Tapi tak apalah, satu kata, aku juga bahagia, tapi ingat pesan ustadz kita, jangan sampai kau menorehkan kisahku tuk yang kedua kalinya.
Hasil ulanganku …gimana ya…sebenarnya hasil ulanganku, hampir sama denganmu, tapi aku tidak ada nilai D, juga tak ada nilai A. begitulah, mungkin kita perlu belajar lebih lagi, lebih giat, lebih dari yang kita bisa, belajar dan bekerja, kau tahu kawan, hidup disini aku juga kerja sambilan, membantu di sebuah warung makan, kau tahulah, aku ini orang perantaun, uang itu tidak selamanya kuterima tepat waktu, kadang aku harus puasa, kadang juga aku tidak makan seharian, hanya minum air putih mentah, tapi tuhan tidak pernah membiarkan ku kelaparan, aku dipertemukan dengan seorang pemilik warung makan pinggiran jalan yang baik hati, beliau akan memberiku makan asal aku jadi pelayan disana, jadinya aku tidakkan pernah kelaparan lagi.
Dan kau ingat kawan, pernahkan kuceritakan padamu tentang seseorang lagi yang tengah mengisi hatiku, sampai sekarang aku tidak bisa mengenalnya jauh, mendekatinya saja aku tidak bisa, cintaku seperti di acuhkan begitu saja, tapi aku tetap berusaha , aku mohon doanya kawan, tidak ada hal yang mustahil di dunia ini.
Mungkin sampai sini dulu suratku, lain kali kalau ada cerita menarik kau akan ku kabari, eh bagaimana novelmu, sudah mau diterbitkan belum, kalau belum nanti kirim bersama suratmu, selanjutnya biar aku yang usahakan di jawa sini. Sampai jumpa.
Salam
Fadil
…
November 1997
Waktu terasa begitu cepat berlalu, suara gemuruh membahana di gedung sultan suriansayah ini, tangis haru akan kelulusan kami kian beradu, setelah menmpuh jalan panjang akhirnya aku lulus di tahun keempat, perjalanan yang panjang tapi terasa nikmat dan singkat, ijazah-ijazah kelulusan dibagikan, namaku dipanggil, aku naik ke atas podium dengan bangga karena bisa lulus dengan cepat.
Dari atas panggung kulihat kedua orang tuaku tersenyum bangga padaku, anaknya yang ternyata tidak mengecewakan, di lain sisi kulihat Annisa juga tersenyum, dia sudah lulus lebih dulu dari ku, kuakui dia lebih jenius dariku, aku mengetahui itu ketika kami sering belajar bersama.
Kau tahu kawan aku dan Annisa sudah bertunangan, aku melakukan ini karena dia tidak mau pacaran, lalu aku melamarnya dan dia setuju, katanya dia juga sedang mencari seorang pendamping dari lulusan pesantren, dunia ini seakan harum. Dan artinya aku dan Annisa sudah saling merasa memiliki satu sama lain, senangnya aku, kalian tahu perjuanganku mendapatkannya tidaklah mudah, perlu setengah tahun bagiku untuk bisa mendapatkan hatinya dan baru bisa kulamar. Tapi itulah cinta, perlu diperjuangkan.
Dan sekarang novelku juga sudah menjadi fenomenal yang akan ditayangkan di layar lebar, ini semua berkat Fadil yang mencoba mengajukan naskahku kepada para penerbit yang ada di luar pulau sana, untuk bisa diterima tidaklah mudah, novelku beberapa kali ditolak, aku mencoba mengarangnya lagi, lagi dan lagi sampai akhirnya penitikan ait mata,dan usahaku membuahkan hasil yang pasti, novelku menjadi bestseller nasional “kukibarkan benderaku “ novel yang kutulis dengan mengingat sejarah perjuangan para pahlawan tanah air yang tak kenal menyerah, dibantu oleh kekasihku Annisa novel itu akhirnya menjadi sebuah buku yang diterbitkan di masyarakat. Tapi Fadil, dia menghilang empat bulan yang lalu adalah hari terakhir aku menerima suratnya. Yang kutahu dari berita terakhirnya, perempuan yang ditaksirnya itu menolak mentah-mentah kehadiran dirinya. Tapi sampai sekarang aku tidak juga tahu keberadaannya,kukirim surat ke tempatnya di jawa, kukirim surat ke rumahnya semuanya tidak ada balasan, aku jadi kahwatir.
…
Aku pegang surat terakhir Fadil dengan erat, wisudaku kali ini memang kunikmati, tapi sayangnya aku tidak bisa berbagi dengan sahabatku. Perlahan kubuka surat terakhir itu, dan kubaca.
kawanku Fery
tidak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat kawan, kau ingat dulu waktu kita masih bersama, sekarang kita juga masih bersama, tapi berbeda jarak.
Kau tahu kawan, ternyata pusat ilmu psikolog itu ada di jerman, dan tekadku sudah bulat tuk pergi kesana.
“ mas Fery “ Annisa tiba-tiba menegurku dan menghentikan bacaan ku “ kok nangis kenapa ?”.
Aku segera menyeka air mata dengan lengan bajuku “ ah ngga, ngga ada apa-apa “.
“ cerita dong, sebentar lagi kan kita nikah, masa sama istri sendiri tidak mau cerita “ Annisa menggodaku dengan senyuman manjanya.
Aku balas tersenyum dan kuceritakan semuanya, tentang surat itu, tentang Fadil yang tidak ada lagi memberi kabar, tentang persahabatan kami di masa lampau, dan tentang begitu rindunya aku padanya. Annisa mengerti, perasaan perempuan memang tajam, dan dalam. Dan di saat seperti inilah perempuan dibutuhkan, karena dia mengerti, dan memahami keadaan kita.
…
September 2000
Senangnya hatiku melihat generasi-generasi penerus bangsa ini maju, aku menjadi salah satu juri di sebuah lomba karya tulis ilmiah, tulisan-tulisan mereka lebih hebat, cara berpikir mereka lebih maju dariku. Bangga hatiku memiliki penerus-penerusku yang seperti ini.
Seusai acara para mahasiswa itu menyalamiku dan berfoto bersama, dulu aku yang minta foto bersama, sekarang malah aku yang diminta, kadang ada juga orang yang mendekat sekedar minta tanda tangan di atas novel yang kutulis. Dulu, aku tidak pernah menyangka bisa begini, dulu ini hanyalah mimpi dan anganku seorang, dan sekarang tuhan benar-benar mewujudkannya ke kenyataan yang indah, begitu indah certia yang dimiliki tuhan, sampai tidak bisa kutuliskan dalam kata-kata. kulihat istriku berjalan ke arahku sambil menggendong buah hati kami, Irza rahman, lihatlah mukanya begitu lucu.
“ mirip dengan ayahnya “ kata sang ibu.
“ pasti nanti pintar seperti ibunya “ balasku.
Kami berjalan ke luar gedung, di gedung sebelah Nampak ada sebuah acara seminar, jaman sudah berganti, orang-orang yang dulu sering ikut seminar sekarang malah di undang buat mengisi seminar, tapi…sebuah suara yang kukenal betul dari dulu, suara ini tidak asing lagi, aku meminta istriku tuk menunggu di mobil, dia menurut, aku mencoba mengintip siapa gerangan pemilik suara ini, “ ya allah “ desirku dalam hati, itu Fadil, dia sekarang sedang memberi pengarahan, dengan jas dan pakaian yang rapi, walau sedikit berubah tapi aku tetap mengenalinya, mengenali wajahnya, dan juga auranya, ya auranya yang dari dulu tidak berubah. Dia duduk setelah memberi pengarahan yang tak lama dan keluar lewat pintu belakang, aku besiap di salah satu tiang, kuyakin suara langkah kaki yang sekarang sedang berjalan kesini adalah suara kakinya, dan
“ DO…R“ kukejutkan dirinya.
“ Fery “ ungkapnya kaget dan kami langsung memeluk satu sama lain,
Ingin kumarahi dia yang tak memberi kabar, tapi istriku menelponku tuk segera ke mobil, aku mengiyakan apa katanya, kutatap Fadil.
“ malam ini temui aku di tempat biasa “.
Dia mengangguk.
…
Malamnya.
“ yah maaf lah fer, soalnya setelah itu aku mendapat beasiswa ke jerman, dan aku lupa membawa alamatmu, jadinya sampai sekarang aku tidak bisa mengirimimu surat “.
Aku menyeruput kopisusu hangat lalu berucap “ sudahlah, bagiku itu semua tidak menjadi masalah lagi, yang penting tuhan kembali mempertemukan kita, dan tuhan juga mempertemukan kita dengan mimpi yang sudah kita janjikan ada ditangan kita “
Kami tertawa, dan bersama menyeruput kopi, kadang ada mahasiswa yang nongkrong disini dan menatap kami heran, seorang novelist terkenal sedang duduk bersama seorang pakar psikolog ternama, sedang duduk berbagi cerita dengan pakaian biasa, juga di tempat yang menurut mereka tempat ini hanya untuk mahasiswa yang kurang uang. Semua merasa heran pada kami, kecuali pemilik warung yang sudah kenal lama dengan kami, pada mereka yang terheran hanya kami balas dengan senyuman.
Malam menjadi saksi atas takdir tuhan yang kembali mempertemukan kami, dua orang sahabat yang pernah berjanji bersama tuk meraih mimpi, janji hidup. Sebuah janji tidakkan pernah bisa dihentikan jaman, malam berlalu lambat membiarkan kami berbagi cerita-cerita kehidupan yang telah kami lalui. Bulan dan bintang ikut mendengarkan karena mereka juga yang pernah menyaksikan janji kami, dan pernah menyaksikan perpisahan kami.
Alhamdulillah selesai
Tanggal 02-09-2010
Unuk sahabatku Fadil Muhammad, yang tengah sama-sama berjuang mengejar mimpi.
Langganan:
Postingan (Atom)